Stadion Old Trafford atau yang lebih dikenal sebagai teater mimpi nampaknya benar-benar terwujud tadi malam. Sayang mimpi yang terjadi adalah mimpi buruk. Menjamu Tottenham Hotspur di kandang sendiri, Manchester United harus takluk dengan tiga gol tanpa balas.

The Red Devils” secara tidak mengejutkan kembali kalah pada pertandingan lanjutan Premier League pekan ketiga. Bukan hal luar biasa sepertinya untuk MU di bawah Jose Mourinho akhir-akhir ini. Pekan lalu saja mereka juga dikalahkan oleh Brighton & Hove Albion dengan skor tipis 2-3.

MU sendiri bermain sangat agresif dengan mencatatkan 23 percobaan tembakan di mana lima mengarah tepat sasaran. Sementara Spurs melakukan sembilan kali percobaan dengan lima diantaranya on target.

Pada jalannya laga, MU tampil agresif dan garang macam suami enggak dikasih jatah tiga bulan. Tekanan yang dilakukan membuat tim tamu kesulitan mengembangkan pertandingan.

Kesalahan backpass seorang bek Spurs di menit ke-16 nyaris membuat MU unggul andai tendangan Romelo Lukaku tidak melebar dari gawang yang kosong. Kurang besar mungkin itu gawang. Perlu selebar Transjakarta gandeng biar gampang mencetak gol bagi si Lukaku.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1034190118901477377

MU yang berusaha menjaga tempo permainan harus kecolongan di menit ke-50. Sepak pojok Kieran Trippier berhasil ditanduk oleh Harry Kane. Striker Inggris itu mengarahkan bola ke ujung gawang yang tak mampu dihalau David De Gea. Kalau diarahkan ke ujung ruang ganti mungkin tidak jadi gol.

Hanya dua menit berselang, MU kembali kebobolan. Umpan tarik Christian Eriksen dimanfaatkan Lucas Moura dengan tendangan mendatar ke ujung gawang. De Gea yang sudah sampai tidur-tiduran macam di rumah nenek belum mampu menahan tendangan Moura.

Tottenham mencetak gol ketiga mereka enam menit jelang pertandingan berakhir. Berawal dari serangan balik, Moura menggiring bola melewati Chris Smalling sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kiri gawang. Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 tetap bertahan untuk keunggulan tim tamu.

Pochettino sendiri mengajak anak asuhnya agak tidak larut dalam euforia dan fokus hingga akhir musim nanti. “Kami tahu akhir musim masih terlalu jauh, kami perlu terus berusaha, mencoba konsisten. Mari tetap tenang dan bekerja keras adalah hal terpentingnya,” kata Pochettino dikutip dari Detik.

Sementara itu meskipun dipermalukan tiga gol di kandang sendiri, Mourinho menilai bahwa secara permainan timnya tidak kalah. Memang benar juga, tapi sayang sekali yang dihitung adalah gol, bukan permainan atau banyak-banyakan pelototan.

Jadi mau mainnya MU cantik macam Pevita Pearce pun kalau kebobolan satu dan tidak bisa membalas tetap kalah juga. Itu adalah hal yang sangat mendasar yang seharusnya diketahui Mourinho.

https://twitter.com/brfootball/status/1034200756096618496

“Kami sudah bekerja dengan sangat baik sepanjang pekan. Kami bersiap dengan sangat baik. Kami bermain sangat baik di latihan. Para pemain juga punya sikap yang fantastis. Kami sudah bekerja sepanjang pekan dan dari sudut pandang taktik kami tak kalah, tapi kami kalah dalam hasil pertandingan,” ungkap Mourinho.

Mou juga memaklumi kekecewaan suporter yang pergi meninggalkan stadion lebih dulu sebelum laga selesai. Mungkin suporter MU ini ingin segera nonton final badminton di Istora. Jauh lebih seru nonton Jojo daripada nonton MU.

“Saya akan melakukan hal yang sama saat kalah 0-3. Saya tahu butuh waktu dua jam dari kota Manchester sampai ke sini. Saya akan lakukan hal yang sama,” tambahnya lagi.

Hasil ini membuat MU berada di peringkat ketujuh dari bawah alias 13 dengan tiga poin. Sementara Spurs berada di peringkat kedua dengan meraih poin sempurna dari tiga laga.

Main photo: vietnamnet.vn

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here