Manchester United (MU) meraih kemenangan sempurna atas Chelsea dalam lanjutan Liga Primer. Skor 2-0 memang terlihat standar, tapi cukup memuaskan bagi MU karena bisa bikin Chelsea tak bisa berbuat apa-apa.

MU membuat gol pertama lewat kaki Marcus Rashford di babak pertama. Yang bikin rada tak masuk akal adalah umpan Ander Herrera. Kenapa bisa mengumpan kayak main billiard semacam itu.

Umpan terobosan Herrera bikin David Luiz dan kawan-kawan mati karier. Bola tersebut langsung diteruskan Rashford untuk dimasukkan ke dalam gawangnya David de Gea.

Gol tersebut memang rada kontroversial, pasalnya sebelum memberikan umpan bolanya kena tangan Herrera. Tapi apa daya, wasit tak melihatnya meski punya sepasang mata.

Unggul 1-0 tak membuat serangan MU berhenti begitu saja. Beberapa tembakan dilepaskan meski jauh di atas mistar, terbang bersama angan-angan.

Sampai akhirnya, Herrera makin menasbihkan dirinya menjadi bintang pada laga tersebut. Pemain yang punya dua kaki dan dua tangan itu melepaskan tendangan biasa-biasa saja. Namun, tendangannya terkena badan pemain Chelsea yang mengubah arah. Kiper Asmir Begovic pun tertipu.

Kemenangan 2-0 sudah cukup bagi “Setan Merah” buat mendapat tiga poin. Semua pemain tampak puas karena bisa bikin pemuncak klasemen mati kutu.

Bayangkan, Chelsea tak bisa melepaskan tendangan ke gawang sama sekali. Shoot on goal-nya nol, kalau main di FIFA atau PES kelihatan malu-maluin banget.

“Saya benar-benar senang dengan tim dan hasilnya. Hasil imbang tentunya tidak baik buat kami, jadi saya benar-benar bahagia untuk para pemain,” kata Jose Mourinho dalam wawancaranya bersama wartawan Inggris.

Si pemain bintang pada laga ini, Herrera, turut berkomentar. Menurutnya, permainan timnya sangat hampir sempurna.

“Saya pikir itu hampir sempurna. Kami bertahan dengan sempurna. Chelsea di puncak klasemen, tapi tidak punya peluang,” katanya dikutip dari Sky Sports.

Dari kubu Chelsea, pelatih Antonio Conte mengakui ada kesalahan di timnya. Tentu saja, kalau tak ada kesalahan maka tak mungkin kalah.

Maksudnya, dia siap disalahkan. Apalagi sampai Diego Costa dan kawan-kawan tak bisa menendang ke gawang sama sekali. Padahal gawangnya lebar banget.

“Kekeliruan ada pada pelatih. Ini kesalahan saya. Dalam hal ini, saya tak bisa memberikan motivasi yang tepat,” ujar Conte dikutip Kompas.

Main photo credit: The People Person

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here