Manchester United harus menerima takdir gagal mendulang poin penuh kala bertemu dengan Everton. Sudah bersiap-siap berselebrasi kemenangan 3-2, eh masih ada satu serangan Everton di detik terakhir yang jadi gol. Akhirnya imbang 3-3.

Pertandingan kali ini memang berlangsung menghibur. Apalagi bagi fans MU yang baru saja menang 9-0. Banyak banget golnya sampai bosan selebrasi. “Oh gol lagi.” Begitu mungkin.

Waktu lawan Everton, mereka juga terhibur lagi dengan banyaknya gol MU tercipta sampai tiga. Namun kebobolannya juga tiga.

Yang tadinya terhibur, selepas pertandingan langsung kesal dan bikin tak bisa tidur. Apalagi di laga itu, MU sempat unggul 2-0. Bagaimana tidak kesal.

Edinson Cavani dengan jurus andalannya yakni menanduk bola hasil umpan silang Marcus Rashford. Disusul gol berkelas Bruno Fernandes yang benar-benar keren banget.

Bruno menunjukkan bahwa dia jagonya tidak cuma penalti doang. Dia juga pandai mencetak gol, apalagi lewat sebuah tendangan melengkung nan indah dan cantik, bak bintang iklan shampoo.

https://twitter.com/91__manue/status/1358329614586765320

Namun, kekesalan pertama fans MU datang saat mereka kebobolan di babak kedua. Sebuah kebobolan yang sangat cetek sekali. Simpel dan sederhana, bak kehidupan Youtuber saat belum jadi Youtuber.

Baru berjalan empat menit babak kedua, Dominic Calvert-Levin lepas dari penjagaan Harry Maguire lalu menendangnya ke gawang tapi ditepis lemah oleh David De Gea. Bola muntah disambar pelan oleh Abdoulaye Doucoure.

Selang tiga menit kemudian, giliran James Rodriguez membobol gawang De Gea lewat sepakan keras, menerima umpan dari Doucoure.

Fans MU sempat dapat harapan walau sebenarnya itu PHP doang saat Scott McTominay mencetak gol lewat sundulan pada menit ke-70. Sampai menit ke-94, skor masih 3-2 belum berubah.

Sebagian fans sudah siap-siap ngetweet atau ngepost buat merayakan kemenangan. Bahkan salah satu akun fanbase sudah kadung menulis “FT MU-Everton 3-2”.

Mereka lupa pertandingan belum selesai sampai wasit meniup peluit panjang. Ini bukan pertandingan kampung yang baru berhenti saat adzan maghrib.

Sebuah serangan terakhir dari Everton dilancarkan sampai kipernya maju-maju segala. Tendangan bebas Lucas Digne disundul ke belakang oleh Michael Keane pada menit ke-95, berhasil dimanfaatkan Calvert-Levin untuk menyamakan skor 3-3.

Gol itu bikin nyesek sampai ke ulu hati. Biasanya dari pengalaman, bikin tidak bisa tidur. “Ah elah, pake kebobolan segala.”

https://twitter.com/sir_virgi69/status/1358179938411683846

Yang kocaknya lagi, gol itu terjadi akibat kesalahan sang kapten Maguire. Maguire memilih mundur saat menghadapi tendangan bebas dan membuat penyerang Everton itu berada dalam posisi onside sebelum menyontek bola ke gawang De Gea.

Gimana mau menjebak offside kalau dia malah mundur. Belum maju jadi calon presiden, sudah mundur duluan.

“Kami memainkan sepakbola yang bagus di babak kedua tetapi kebobolan tiga gol dari tiga tembakan tepat sasaran,” kata Ole Solksjaer, dikutip dari Goal. “Ketika Anda melakukannya, itu mengecewakan.

“Saya tidak akan menyalahkan siapa pun atas gol tersebut, tetapi kami tahu kami bisa melakukan lebih baik sebagai tim terkait semua gol lawan.

“Hasil akhir bisa memengaruhi mood, sepakan bola terakhir membuat kami sangat kecewa. Kami telah kehilangan dua poin di depan mata yang seharusnya kami dapatkan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here