Dengan segala doa dan puji syukur, Manchester United kembali ke pucuk klasemen setelah 1.213 hari. Alangkah indah dan nikmatnya puncak klasemen yang dingin itu dapat dinikmati fans MU sampai beberapa hari ke depan.

Tenang saja, MU di puncak klasemen bukanlah tanda-tanda kiamat apalagi bisa dipastikan matahari masih terbit dari timur, bukan dari barat.

Puncak klasemen memang diraih MU usai mengalahkan Burnley 1-0. Gol tunggal dicetak Paul Pogba yang enak dan nampol banget dilihatnya.

Setelah gol Harry Maguire dianulir di babak pertama, MU berusaha di babak kedua demi puncak klasemen yang dingin itu. Apalagi sambil hujan-hujan begini, walau risiko rawan longsor.

Pogba memastikan kemenangan MU dengan sebuah tendangan voli first time yang enak banget. Kalau kata komentator, “what a finish!”

Kiper Burnley, Nick Pope, agak kaget bola sempat membentur rekan di depannya. Akhirnya bola berbelok arah sedikit namun tetap menuju puncak klasemen.

Para pemain MU langsung bergembira bersama usai wasit meniup peluit akhir. Bagaimana tidak senang, ini MU sudah lama banget tidak merasakan puncak klasemen.

Tercatat terakhir kali mereka finis di pucuk yakni saat masih zaman Sir Alex Ferguson tahun 2013. Kemudian di pucuk lagi pada sejak awal musim 2017/2018, sampai menjelang pekan keempat pada 16 September 2017. Jadi selama 1.213 hari kemudian, mereka tak lagi merasakan puncak klasemen sampai hari ini.

Yang bikin salut, MU ini sempat terseok-seok di papan tengah saat awal-awal musim. Bahkan sudah bisa diprediksi kalau MU akan berakhir paling banter di empat besar.

Nyatanya tidak. Ole Gunnar Solksjaer langsung ngebut demi menuju puncak gemilang cahaya. Setelah kekalahan dari Arsenal, MU langsung ngegas dengan sembilan kemenangan dari 11 pertandingan. Dua di antaranya seri, belum pernah kalah.

Wajar jika para pemain MU sampai potong tumpeng untuk merayakannya. “Kami tersenyum bahagia. Tiga poin ini kami raih dengan kerja keras,” ujar Solksjaer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here