Manchester United (MU) benar-benar curang. Saat tim-tim lain memakai manusia biasa untuk menjuarai sebuah kompetisi, mereka malah memakai dewa dari Swedia yang bernama Zlatan Ibrahimovic.

Ibra memang sudah didewakan di Swedia, simbol kebanggaan mereka. Sebelas kali jadi pemain terbaik Swedia bikin dia diagung-agungkan oleh masyarakat Swedia. Bahkan, fans Ibra banyak yang jadi fans karbitan MU.

Setidaknya ada delapan juta suporter PSG asal Swedia rela berpindah hati menjadi fans MU setelah Ibra pindah ke sana. Mungkin kalau pindah ke Persiwa Wamena pun, fans Ibra tetap loyal dan akan jadi fans karbitannya Persiwa.

BACA JUGA DONG: Demi Ibra, Fans PSG Juga Mungkin Rela Jadi Fans Persiwa Wamena

Pada final Piala Liga Inggris, Dewa Ibra pun beraksi memperlihatkan kekuatan sesungguhnya. Usia 35 tahun seakan tak jadi hambatan, padahal banyak striker lain yang pada usia segitu sudah pada jadi cadangan.

Ibra tanpa Azhari itu sukses jadi kunci kemenangan MU, mengatasi perlawanan Southampton yang tampil ngotot tak mau kalah. Gol pertama dilesakkannya ke gawang Fraser Forster lewat tendangan bebas yang terarah, masuk ke gawang Forster tanpa mengucapkan “Assalamu’alaikkum”. 

MU yang sempat unggul 2-0 akhirnya disamakan oleh dua gol Manolo Gabbiadini. Gabbiadini hampir saja jadi man of the match malam itu kalau Ibra tak mencetak gol kemenangan beberapa menit sebelum bubaran anak sekolah.

Dewa Ibra memanfaatkan umpan membelah samudera dari Ander Herrera. Lewat postur tubuhnya yang setengah raksasa bak Hagrid di film Harry Potter atau Bima di kisah Pandawa Lima, dengan mudah Ibra menyundul bola untuk kembali masuk ke gawang. Skor 3-2 akhirnya bertahan sampai peluit ditiup mulut bau sang wasit.

Dewa Ibra memegang piala yang terlihat imut di tangannya. (Detik)

Pelatih Jose Mourinho sampai kehabisan kata-kata mengomentari Dewa Ibra. Dia mengakui kalau MU memang menggunakan jasa dewa dari Swedia untuk menjuarai Piala Liga.

“Jujur saja, MU juara karena Ibrahimovic. Pogba juga bagus, tapi Ibra benar-benar luar biasa,” ujar pelatih asal Portugal itu dikutip BBC. 

Ibra memang mencerminkan pesepak bola dunia yang sesungguhnya. Meski belum pernah juara Liga Champions, tapi semua klub yang dibelanya bisa jadi juara liga. Di MU memang perjalanan masih jauh. Tapi tak sampai semusim Ibra sudah menunjukkan pengaruhnya.

Usia tak jadi masalah. (Twitter: @Squawka)

Dari 38 laga musim ini, mantan pemain Malmo, Ajax Amsterdam, Juventus, Inter, Barcelona, Milan, dan PSG itu sudah mencetak 26 gol. Sebanyak 15 di antaranya dicetak di Liga Primer.

“Hanya pemain bodoh yang datang ke Inggris saat usianya 35 tahun. Dengan karier yang sukses yang dimiliki Ibrahimovic, hanya pemain bodoh yang datang ke sini jika dia tak bisa melakukannya,” sambung Mourinho, gemas-gemas gimana gitu.

Ibra sendiri sok-sokan enggan jika sosok pahlawan disematkan di dadanya. Dia masih berusaha humble padahal ya mungkin berharap dipuji juga. Yang jelas, Ibra sekarang masih lapar gelar.

“Ini kerja tim. Inilah gunanya saya di sini, untuk juara dan saya juara sekarang. Makin banyak gelar juara yang saya raih, saya tentu makin puas. Saya bisa merasakannya seiring dengan bertambahnya usia,” katanya, di-copas dari Liputan6. 

Main photo credit: Caught Offside

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here