Manchester United ini sungguh tega. Menjamu Southampton di Old Trafford, dibantainya lah itu tamu. Dibantainya tidak main-main, sampai 9-0 segala. Main badminton saja jarang ada yang berskor model begitu.

Sebenarnya kesalahan bukan ada di MU, tapi pada di Southampton sendiri. Kok ya bisa dibantai sampai sembilan gol. Artinya semacam kebobolan tiap 10 menit sekali.

Apa Southampton ini tidak malu? Bikin malu orang tua. Itu bapaknya Southampton yang melihat laga ini pasti kan malu banget. Mau ngomong apa ke tetangga dan saudara.

Yang jelas, MU memang mendapat paket lengkap pada laga ini. Dapat voucher kartu merah sampai dua kali, plus penalti pula. Namun hal itu memang layak didapatkan MU.

Baru dua menit, Southampton sudah melakukan pelanggaran kasar tak penting. Alex Jankewitz kedapatan menendang Scott McTominay dengan keras yang berujung kartu merah langsung. Benar-benar tidak penting.

Mungkin Jankewitz ini malas bertanding sejak awal. Jadi minta ganti sama pelatih enggak enak, jadi dia memilih untuk kartu merah saja biar cepat-cepat pulang main PS5.

Unggul dalam jumlah pemain, MU langsung membombardir Soton dengan tanpa ampun. Empat gol sukses tercipta di babak pertama lewat Aaron Wan-Bissaka, Marcus Rashford, Edinson Cavani, dan bunuh diri Jan Bednarek.

Bednarek ini memang lagi hari sialnya. Mungkin belum mandi kembang atau bagaimana. Sudah bunuh diri, bikin penalti, kartu merah pula.

Di babak kedua, dia melakukan pelanggaran di kotak penalti yang tentu saja Anda tahu sendiri menyebabkan apa. Sudah gitu wasit memberinya kartu merah.

Sulit membayangkan Bednarek pulang ke rumah dengan langkah gontai. Apalagi kalau istrinya cerewet pula, marah-marah “Kok pulang kerja enggak bawa duit? Lu habisin sama selingkuhan lu ya?!” Selesai itu hidup Bednarek.

Di babak kedua MU memang memberikan tambahan lima gol. Benar-benar bikin nagih. Gol dicetak Anthony Martial dua kali, McTominay, Bruno Fernandes, dan Daniel James.

Tak perlu dijelaskan bagaimana sembilan gol itu tercipta. Tinggal cek saja videonya di Youtube.

Kami berbagi gol di antara para pemain. Ketika pertandingan dimulai seperti itu (kartu merah), jika kami mencetak gol lebih dulu, kami telah melihat begitu banyak contoh dari 10 orang menutup toko (bertahan total) sehingga pertandingan berakhir imbang,” ujar Solskjaer, mengutip dari BT Sports, disalin lagi dari Okezone.

“Kami telah menunggu mereka (para pemain Man United) untuk menunjukkan keajaiban dan itu adalah malam bagi mereka untuk pergi serta menikmatinya. Kami tidak memiliki banyak waktu untuk sekadar menikmati babak kedua,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here