Manchester United (MU) memastikan diri melangkah ke babak final Liga Malam Jumat alias Liga Europa setelah bermain imbang 1-1 dengan Celta Vigo. Kendati imbang, MU berhak lolos karena unggul agregat 2-1.

MU memang tampil biasa saja di semifinal. Pada leg pertama mereka cuma menang 1-0 itu pun golnya lewat tendangan bebas Marcus Rashford.

Pada leg kedua yang berlangsung di sebuah stadion bernama Old Trafford, MU malah gagal meraih kemenangan. Celta bermain lebih lepas justru banyak melakukan serangan.

MU memang unggul lebih dulu lewat sundulan kepala Marouane Fellaini. Bola hasil umpan membelah angkasa dari Paul Pogba mampu disundul Fellaini dengan rambut kribonya. Meski kribo, sundulannya tetap terarah bahkan malah makin kencang.

Celta baru bisa menyamakan skor di babak kedua lewat gol bek Facundo Roncaglia. Dia juga bikin gol lewat kepala seolah tak mau kalah dengan Fellaini.

Gol Roncaglia terjadi pada menit ke-85 jelas bikin fans MU deg-degan dan olahraga jantung. Maklum, kalau saja Celta tambah gol lagi, maka Celta yang berhak melaju ke final karena keunggulan gol tandang.

Pertandingan makin lengkap setelah Eric Baily dan Roncaglia sama-sama diusir wasit keluar lapangan, meski tak sampai diasingkan dan menyerah pada kemunafikan.

Beruntung, wasit akhirnya membantu MU buat melaju ke final. Wasit meniupkan peluit akhir tepat waktu. Bayangkan kalau wasit tidak meniup peluit terakhirnya, bisa-bisa pertandingan baru selesai saat adzan subuh dan MU bisa kebobolan banyak gol.

Meski lolos ke final, Jose Mourinho mengaku kurang puas dengan permainan timnya. MU katanya terlalu lembek kayak tape dikukus. Dalam pertandingan dua leg, timnya tidak bisa memanfaatkan peluang yang segede-segede Gaban.

“Kami memang yang terbaik di leg pertama. Tapi kami tak pernah ‘membunuh’. Kami tidak mencetak banyak gol sehingga menyulitkan kami di leg kedua. Kami benar-benar menderita di leg kedua karena tekanan lebih besar kepada kami,” ucap Mourinho dikutip dari Goal. 

Kelolosan MU ke final bakal jadi kesempatan buat si Setan Merah untuk menjuarai trofi kasta kedua di Eropa untuk pertama kalinya. Ya, MU memang belum pernah menjuarai Piala UEFA atau Liga Europa.

Pernahnya Liga Champions sampai tiga kali serta Piala Winners pada 1990-91. Yang bikin kocak lagi, Liga Malam Jumat seolah bukan levelnya Mourinho beberapa tahun lalu.

Mou memang pernah membawa Porto juara Piala UEFA pada musim 2002/03. Tapi itu dulu. Ketika sudah jadi pelatih kelas dunia, dia rada belagu.

Mou pernah bilang kalau dirinya bakal kecewa kalau menjuarai turnamen sekelas Liga Malam Jumat. Maklum, saat ini memang levelnya sudah Liga Champions bahkan sudah juara dua kali yakni bersama Porto dan Inter.

“Saya tak ingin menjuarai Piala UEFA. Jika saya memenangkannya saya pikir akan jadi kekecewaan buat saya karena saya tak pernah mau bertanding di sana,” ucapnya pada 2013.

Tapi setelah melangkah ke final Liga Europa mengalahkan Celta, Mou sepertinya harus menjilat ludah sendiri. Rada jijik memang ludah sudah jatuh dijilat lagi.

“Saya sangat senang dengan mereka. Setelah 14 pertandingan, kami ada di final. Kalau kami menjuarai Liga Europa, saya akan lebih senang lagi. Itu akan luar biasa,” ucapnya kemarin, dikutip Goal.

 

Main photo credit: Twitter (@EuropaLeague)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here