Manchester United sangat perkasa di leg pertama semifinal Liga Malam Jumat melawan AS Roma tanpa Irama. Tim asuhan Ole Solksjaer itu membantai Roma dengan skor 6-2. Semacam de javu saja, pembantaian mirip-mirip seperti ini pernah terjadi.

Entah ada apa dengan Roma. Mereka sudah unggul 2-1 di babak pertama, tapi di babak kedua semacam bocor. Sudah bukan bocor halus lagi, tapi bocornya benar-benar gede. Dibobol empat gol hanya dalam waktu yang tidak terlalu jauh.

Penampilan Roma di babak pertama padahal menuai pujian. Mereka sempat tertinggal lebih dulu 0-1 lewat gol sontekan Bruno Fernandes hasil umpan maknyus dari Edinson Cavani.

Namun, Roma berhasil comeback dengan mencetak gol lewat voucher penalti Lorenzo Pellegrini dan Edin Dzeko yang mencetak gol lewat assistnya sendiri. Dzeko aslinya mendapat umpan dari Pellegrini, tapi bola mengenai kaki kanannya, dan memantul ke kaki kirinya.

Keren banget. Pemain kelas dunia memang harus bisa menciptakan assist ke kaki satunya lagi. Luar biasa.

https://twitter.com/donfm_myk/status/1388027835248435201

Sayangnya, di babak pertama Roma mengalami cedera sampai tiga pemain termasuk kiper mereka Pau Lopez. Mungkin ini yang bikin Roma bocor corr di babak kedua.

Soalnya, di babak kedua Cavani sukses membalikkan kedudukan lewat dua golnya. Kemudian disusul penalti Bruno, sundulan otak kiri Paul Pogba, dan tendangan Mason Greenwood. Empat gol di babak kedua bukan sesuatu yang baik, Roma.

Ini kekalahan yang berat, jelas. Saya pikir kami memiliki babak pertama yang bagus, tetapi tidak bertahan di babak kedua,” kata Fonseca dilansir dari Sky Sport Italia, disalin dari Indosport.

Kami kehilangan tiga pemain dan tidak ada pergantian pemain lagi. Amadou Diawara dan Chris Smalling kesulitan, tapi saya tidak bisa menggantikan mereka. Itu adalah babak kedua yang sangat sulit bagi kami,” ucapnya menambahkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here