Liverpool menambatkan hatinya pada Benitez

Bintang Liverpool pada masanya, Danny Murphy, membeberkan sebuah kenyataan bahwa pelatih Manchester United (MU) saat ini, Jose Mourinho, pernah hampir menukangi Liverpool. Hal itu terjadi sekitar tahun 2004 usai Mou -panggilannya- membawa Porto juara Liga Champions.

Murphy bercerita bahwa saat itu “The Reds” sedang mencari orang yang bisa melatih, mengatur pemain, menguasai taktik sepak bola, pernah bekerja di bidangnya selama lima tahun, lancar berbicara bahasa Inggris, dan lain-lain. Sebut saja pelatih. Hal itu dibutuhkan Liverpool usai Gerard Houllier ‘pergi tanpa pesan’ seperti lagunya pedangdut Iis Dahlia.

Liverpool kemudian berada di ambang kegalauan lantaran harus memilih siapa pelatih yang tepat untuknya. Akhirnya, Liverpool memilih Rafa Benitez sebagai tambatan hatinya dan mem-PHP (pemberi harapan palsu) Mou.

“Mourinho sangat menginginkan pekerjaan itu. Tetapi Liverpool memilih Benitez yang memenangkan La Liga dan Piala UEFA bersama Valencia,” ujar Murphy seperti dikutip dari Goal. “Benitez dipandang menjadi pertaruhan yang lebih baik daripada seseorang yang hanya juara di Portugal. Saya tahu Mou sangat kecewa.”

sumber: express.co.uk
Danny Murphy (sumber: express.co.uk)

Mou tentu saja kecewa. Perasaannya seperti seorang pria yang sudah diberi harapan oleh wanita idamannya, namun si wanita memilih pria lain yang katanya lebih sukses. Itu memang sering terjadi dalam kehidupan nyata, bagaimana melihat wanita idaman kita lebih memilih pria yang lebih tampan, mapan, sugih, punya mobil, punya berewok pula.

Namun, justru tahun 2004 itulah jadi awal kesuksesan Mourinho menjadi seorang pelatih. Selama 12 tahun sampai sekarang, pelatih asal negara tetangga Spanyol itu sudah memberikan upeti berupa trofi Liga Champions kepada Inter Milan, trofi Liga Primer kepada Chelsea, dan La Liga buat si tajir Real Madrid.

Liverpool sendiri juga tak perlu menyesali perbuatannya. Benitez juga memberikan gelar trofi Liga Champions tahun 2005 yang sangat historis bin dramatis itu, meskipun dua tahun setelahnya dibalas oleh AC Milan. Itu merupakan satu-satunya gelar yang dibangga-banggakan pendukung Liverpool pada masanya. Maklum, hingga saat ini tim yang bersemayam di Anfield itu belum merasakan juara Liga Primer.

Itu hanya bagian dari masa lalu Mourinho. Sekarang, Mou sudah lebih nyaman bersama MU, meskipun sama-sama “merah”. Mantan asisten Louis van Gaal selama di Barcelona  masih punya tugas berat di Old Trafford. Mengembalikan kejayaan MU yang sudah lama hilang.

SHARE
Previous articleRugani Seperti Pengantin Baru
Next articleIstri Digne Jadi Sarjana
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here