Jose Mourinho rada kesal dengan pertandingan melawan Everton tadi malam. Bukan karena belum gajian, tapi karena Manchester United (MU) cuma bisa seri di rumahnya sendiri. Apalagi, ada gol yang dianulir.

MU tertinggal lebih dulu dari gol anti-mainstream Phil Jagielka. Dia tiba-tiba mendapat umpan tak terduga dari Ashley Williams, kemudian menendang bola dengan posisi membelakangi gawang tanpa melihat ke gawang.

Aksi tersebut lumayan bisa dibilang hebat. Pasalnya, situasinya Jagielka lagi dijaga oleh bek MU yang tak mau menyebutkan namanya. Bola pun meluncur ke gawang David de Gea lewat kolongnya. Mungkin lain kali dia harus memakai sarung cap Gajah lagi Duduk.

Tertinggal satu gol, MU pun ngotot ingin menyamakan kedudukan. De Gea dan kawan-kawan tak mau kalah di pertandingan ini. Siapa juga yang mau kalah.

Sayang, beberapa peluang mampu dimentahkan kiper Everton, Joel Robbles, yang mainnya bikin kesal pendukung MU. Jago banget. Bahkan ada satu peluang yang mengenai tiang. Tidak mengerti kenapa pemain MU mengincarnya tiang, bukan gawang bagian dalam.

Frustrasi tak bisa mencetak gol, Mou pun mulai kesal. Apalagi saat pemain bercampur dewa, Zlatan Ibrahimovic, sebenarnya mampu mencetak gol penyeimbang.

Namun, gol tersebut dianulir karena Ibra katanya berada di posisi offside. Padahal, yang bersangkutan posisinya onside jika dilihat dari tayangan ulang. Sayang, pihak yang berwajib tetap tak mengesahkannya.

Mou yang kecilnya jadi anak kampung Portugal menilai kalau timnya bakal meraih kemenangan jika teknologi Video Assistant Referee (VAR) diterapkan di Liga Primer. Sayangnya, Mou cuma bisa berandai-andai saja.

“Performa kami memang tidak bagus karena sejumlah pemain mengalami cedera. Tapi para pemain saya bertarung hingga detik terakhir dan dengan VAR, kami akan memenangkan laga ini dengan skor 2-1 karena gol Ibra bukanlah offside,” ujar Mourinho, kepedean.

Setan yang berwarna merah itu akhirnya baru bisa menyamakan kedudukan lewat gol penaltinya Ibra pada masa-masa ujung tanduk. Gara-garanya, Williams bermimpi jadi kiper di kotak penaltinya sendiri.

Dengan cekatan, pemain bernomor lima kayak Maman Abdurrahman itu menepis bola dengan tangannya sendiri, bukan tangan orang lain. Alhasil, selain penalti dia juga kena kartu merah.

Lantaran seri, MU tak pergi ke mana-mana dari peringkat kelima. Boro-boro mau liburan, ke Liga Champions saja susah. Mereka terpaut empat poin dari kembarannya yang berada di posisi keempat.

Main photo credit: Enisports

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here