Monaco resmi tersingkir dari Liga Champions setelah dikalahkan dua leg langsung. Meski demikian, tim asal Prancis itu pulang dengan kepala tegak. Perjuangannya patut diapresiasi, apalagi bisa cetak gol ke gawang Gianluigi Buffon dan kawan-kawan.

Klub berjuluk “Les Monegasques” itu sejatinya tampil solid di beberapa laga. Tapi memang, kematangan dan minimnya pengalaman yang bikin mereka berbeda dari Juventus. Hal itu sudah diakui Leonardo Jardim di leg pertama.

Di leg kedua, permainan tak berubah. Mereka tetap semangat mencoba membuat gol. Tapi akhirnya mereka kalah juga karena Juve mencetak gol lebih banyak dari mereka. Itulah syarat mendasar untuk memenangkan sepak bola. Nenek-nenek funky juga tahu hal itu.

Monaco kemudian banyak mengambil pelajaran dari kematangan para pemain Juve. Memang selalu ada hikmah dibalik kegagalan. Kylian Mbappe dan kawan-kawan telah melihat bagaimana cara Juve bermain di lapangan.

Mulai dari pola komunikasi di lapangan yang sudah pasti berteriak langsung tanpa menggunakan aplikasi What’s App. Sampai daya juang pemain yang tak kenal henti melindungi gawangnya sendiri. Tentu saja, bukan gawang orang lain.

Pelajaran itu tidak ada di sekolah tingkat SMP maupun SMA, apalagi di akunnya Awkarin dan Younglex. Tentu saja pengalaman lah yang jadi guru terbaik untuk belajar.

“Yang terpenting adalah bagaimana kami bisa belajar dari tim sehebat dan sebesar Juve. Bagaimana kami menyikapi Mario Mandzukic yang berkorban begitu hebat di sayap kiri. Melihat bagaimana mereka selalu saling berteriak mengingatkan rekan ketika menghadapi bola mati lawan. Ini jadi pelajaran berharga buat kami,” ucap striker Valere Germain.

https://twitter.com/Squawka/status/862049078406000640

Satu apresiasi besar juga disematkan kepada pemain Monaco, khususnya Kylian Mbappe yang tampil luar biasa malam itu. Dia jadi bintang Monaco yang mampu merepotkan barisan pertahanan kokoh Juve sekokoh tiang flyover jalan layang non-tol di Kuningan.

Pemain berwajah lucu itu satu-satunya pemain yang mampu membobol gawang Juventus di fase knock out. Mbappe juga jadi pemain ketiga yang membobol Juventus setelah Corentin Tolisso dan Nico Pareja. Tapi Mbappe lah yang hanya bikin gol lewat skema open play. 

Tak cuma itu, dia juga jadi pemain termuda yang mencetak gol di semifinal Liga Champions. Yakni pada usia 18 tahun 140 hari. Mantap jiwa!

Itulah kenapa, striker-striker lain sepertinya perlu belajar dari Mbappe. Bagaimana caranya membobol gawang Buffon yang dikelilingi trio BBC yakni Leonardo Bonucci, dan Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, yang badannya segede-gede gaban.

Bahkan, trio sekelas MSN-nya Barcelona saja (Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar) sampai frustrasi dan menangis dibuatnya. Ini akan jadi pelajaran berharga juga buat calon lawan Juve di final.

Antara trio BBC tandingan (Karim Benzema, Gareth Bale, dan Cristiano Ronaldo) atau dynamic duo, Antoine Griezmann dan Fernando Torres. Mereka perlu belajar dari Youtube.

Jika perlu mendatangkan Mbappe langsung ke tempat latihan mereka, kasih training, kemudian kasih amplop uang transport Rp 500 ribu, karena di Youtube cuma ada cuplikan aksinya saja. Bukan video tutorial yang diberikan langsung oleh Mbappe.

Main photo credit: Twitter (@Squawka)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here