Pertandingan antara Inggris melawan Lithuania di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 jadi momen spesial buat Jermain Defoe. Pemain lawas itu kembali mencetak gol buat “The Three Lions” setelah melewati 48 purnama lamanya.

Bagi yang mulai lupa dengan Defoe, dia adalah striker Inggris pada beberapa tahun yang lalu. Dulunya adalah striker Tottenham Hotspur meski sempat dipinjam-pinjam macam modem internet ke Portsmouth dan Bournemouth.

Apalagi, namanya makin menghilang karena sempat tak bermain di Liga Primer. Dia pernah main di Liga Amerika Serikat (MLS) membela Toronto FC.

Menurunnya karier striker ganteng relatif itu di level klub bikin tak dipanggil lagi oleh timnas. Dia sebelumnya langganan bagi timnas Inggris sejak 2004, zaman Indonesia baru dipimpin Presiden SBY.

Sebanyak 55 caps dan 20 gol dicetaknya sampai pada tahun 2013. Setelah itu, Defoe tak dipanggil-panggil lagi karena servisnya mulai memudar.

Sampai pada akhirnya, pelatih timnas saat ini, Gareth Southgate, berbaik hati memberikannya kesempatan lagi. Kayak kisahnya Rangga yang dikasih waktu oleh Cinta untuk menjelaskan alasan kepergiannya, tapi akhirnya malah jalan-jalan dan diakhiri dengan ciuman mesra.

Melawan Lithuania, Defoe mencetak gol pembuka bagi Inggris. Berawal dari aksi Raheem Sterling yang menerobos rumah tangga Lithuania kemudian memberikan umpannya kepada Defoe yang dengan enak tinggal menceploskan bola yang berbentuk bundar itu ke gawang.

Itu merupakan gol pertamanya setelah melewati 48 bulan, alias 48 purnama. Terakhir kali golnya buat timnas Inggris saat mencukur San Marino 8-0, pada 22 Maret 2013.

“Hal itu merupakan momen hebat buatnya. Defoe sangat senang bisa masuk kembali ke skuat, dia sangat menikmati akhir pekannya. Jelas dia punya dampak positif bagi semua orang,” kata Southgate dilansir oleh situs resmi FA.

Southgate memanggil Defoe karena pemain yang mulai uzur itu mencetak 14 gol di Liga Primer musim ini. Meski sudah tua berusia 34 tahun, kecepatan dan nalurinya masih tetap terjaga.

Southgate bahkan menjanjikan satu tempat untuknya untuk Piala Dunia 2018 jika tetap konsisten seperti ini mainnya. “Jika dia mencetak gol di Liga Premier dan bermain sebaik musim ini, sama sekali tidak ada alasan untuk tidak pergi ke Piala Dunia,” sambungnya.

Dalam laga itu, striker kekinian, Jamie Vardy, juga sukses menyumbang satu gol. Sebuah gol klasik yang berawal dari kerjasama cantik Kyle Walker, Adam Lallana, dan Vardy.

Main photo credit: WBS Radio

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here