Maxi Rodriguez sempat memperkuat armada Liverpool kurang lebih satu dekade lalu. Maxi mengaku bahwa kepindahannya ke Liverpool sukses terjadi dengan modal sedikit ngibul kepada Rafael Benitez.

Peristiwa tersebut terjadi pada bursa transfer Januari 2010 yang lalu. Liverpool sedang menjalani masa penantian kurang lebih 20 tahun tanpa gelar liga.

Saat itu juga foto dengan angle dari atas lalu mulut sedikit manyun dan rambut berponi sedang ngetren-ngetrennya di antara remaja wanita ibukota.

Pemain yang kini memperkuat Newell’s Old Boys itu mengusahakan kepindahannya ke Liverpool.

Sebelumnya proses transfer, Maxi mengaku ditanya oleh Rafael Benitez terkait dengan bahasa Inggris. Sebab pelatih asal Spanyol itu mengutamakan bahasa sebagai salah satu elemen penting dalam membangun komunikasi tim.

Nampaknya Maxi sudah ngebet sekali untuk bisa pindah ke Liverpool saat itu. Ia pun mengatakan bahwa dirinya mampu berbahasa Inggris, padahal tidak. Kalah dia sama anak-anak SD di kota Liverpool sana yang katanya sudah lancar bahasa Inggris semua.

Namun hal-hal nekat seperti yang dilakukan Maxi memang kadang diperlukan jika sedang menjalani sesi interview. Jawab saja bisa dulu. Urusan selanjutnya biarlah dipikirkan nanti.

https://twitter.com/AnfieldWatch/status/1244170444967743488?s=20

“Rafa mengatakan sangat penting untuk setiap orang berbicara bahasa Inggris di ruang ganti,” ujar Rodriguez seperti dikutip dari CNN Indonesia.

“Dia bertanya apakah saya tahu bagaimana berbicara dengan bahasa Inggris dan saya katakan ‘ya, tentu saja, tenang’. Saya tidak mau negosiasinya gagal sehingga saya sedikit berbohong.”

Maxi pada akhirnya mampu menyelesaikan kepindahannya ke Liverpool berkat modal sedikit ngibul. Hingga saat sedang melakukan konferensi pers, kebohongan tersebut terungkap.

“Tapi ketika aku tiba ada konferensi pers. Rafa memberitahuku bahwa dia akan berbicara lebih dulu dan kemudian aku akan mengambil alih,” Maxi mengungkapkan.

“Saat itulah aku meraihnya dan mengatakan ‘lihat, Rafa , satu-satunya hal yang aku tahu bagaimana mengatakannya (bahasa Inggris) adalah halo’.”

“Meskipun awalnya kesal, pelatih itu melihat sisi lucu dari semuanya. Rafa bilang, ‘kau kurang ajar’,” ujar Maxi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here