Oleh: Richard Tampubolon

Los Blancos” alias klub jagoan asal Madrid, Spanyol, lagi bergerak menuju puncak. Jangan salah, bro, puncak yang dimaksud tentu bukan kawasan puncak, Bogor, Jawa Barat yang biasa ramai akan jagung bakar di waktu malam, lalu-lalang kendaraan, udara dingin, atau celotehan “villaaa…villaaa…villaaa” yang kadang disebut pake huruf “P”.

Puncak yang dimaksud nih adalah partai puncak Liga Champions yang sarat dengan prestise, di mana Real Madrid besutan Zinedine Zidane bakal berhadapan dengan Juventus di laga final.

Digelar di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, Inggris Raya, stadion ini berada di sebuah kompleks olahraga serbaguna yang dibuka dari tahun 1999 dengan kapasitas maksimum 74.500 kursi. Millennium ini bakal jadi saksi, entah jadi saksi bisu atau saksi tuli atau saksi persidangan, belum diketahui karena penulis belum pernah ke sana.

Yang jelas, stadion ini telah menghabiskan anggaran 121 juta pound. Sejatinya yang jadi tuan rumah di stadion ini adalah tim nasional Rugby Wales, Welsh Rugby Union. Saat ini bernama Principality Stadium berkat sponsor.

Kalau bicara rekam jejak, sudah tentu publik pecinta sepak bola dunia enggak pernah ragu sama Madrid yang juga punya nickname “Los Merengues“. Madrid yang berdiri dari tahun 1902 itu memang merupakan kolektor piala beneran.

Ya, dia sudah mengoleksi 33 gelar La Liga, 18 gelar Copa del Rey, delapan Piala Super Spanyol, satu Copa Eva Duarte, satu Copa de La Liga, 11 gelar Piala Eropa/Liga Champions UEFA, dua Piala UEFA, dua Piala Super Eropa, tiga Piala Interkontintental, dan dua Piala Dunia Antarklub FIFA. Itulah deretan koleksinya.

Di perhelatan Liga Champions musim 2016/2017, “Los Blancos” mulai panas sejak fase knock out alias babak 16 besar. Kampiun La Liga ini tampil beringas menyikat klub asal italia, Napoli.

Weits, tidak cuma sampai situ. “Los Blancos” yang dulu cukup lama disponsori oleh peralatan rumah Tangga “TEKA” di seragam kebanggaannya ini, lanjut menggilas Bayern Munchen serta klub sekota yang juga musuh bebuyutannya. Siapa lagi kalau bukan klub besutan Diego Simeone, Atletico Madrid.

Laga final digelar hari Sabtu, 3 Juni 2017 malam atau sekitar pukul 01.45 dini hari WIB di hari Minggu, 4 Juni 2017, di Stadion Millennium, Cardiff, yang misterius itu. Laga nostalgia yang nanti bakal dipimpin wasit asal Jerman, Felix Brych, ini sudah lama ditunggu-tunggu mengingat dua tim kawakan ketemu terakhir di final, yakni pada final Liga Champions 1998.

Masih ada yang ingat berapa skornya Juve-Madrid waktu final Champions 1998? Ya, kalau memang penggemar bola, rasanya tidak perlu diumbar dan di-explore di sini. Sudah ketahuan Anda ini generasi tua yang gemar nonton film Lupus dan Catatan Si Boy.

Bagi Madridista, pasti masih ingat Davor Suker, Predrag Mijatovic, dan si kidal tendangan badai, Roberto Carlos. Pasti paham dan ingat betul pertandingan saat itu.

Buat yang belum dan enggak tahu skornya, mudah-mudahan bukan penggemar bola dadakan yang tiba-tiba buka smartphone lalu Googling “Final Liga Champions 1998 Juve-Madrid”. Tak perlu dianggap serius, tapi kalau tetap serius ya silakan saja. Wong namanya juga demokrasi.

Main photo: Morehawes


RichardRichard Tampubolon

Jurnalis yang sadar bahwa bumi itu bundar. So, mari kita mainkan terus itu si kulit bundar. Cheers!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here