Ancaman sanksi dari EUFA kepada AC Milan benar-benar membuat Milan dan seluruh fans-fansnya yang dulu demen pasang tagar #WeAreSoRich kelabakan bak kebakaran jenggot atas maupun bawah. Bahkan kini internal Milan pun terguncang akibat kejadian tersebut.

Hubungan pemilik klub, Yong Hong Li, (yang katanya) kaya raya itu mulai memanas dengan CEO Marco Fassone. Relasi mereka dikabarkan merenggang macam karet direndam di minyak tanah. Makin lama makin melar.

Seperti yang dilansir dari Liputan6, Li menuding Fassone bahwa ia tidak bekerja cukup keras untuk meyakinkan UEFA mengenai kondisi finansial “I Rossoneri”. Entah apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi finansial klub asal Milan tersebut. Sebelumnya padahal mereka terlihat sangat So Rich di awal musim lalu.

Fassone sendiri memang sempat melakukan pertemuan beberapa kali dengan perwakilan UEFA. Memang bilangnya sih pertemuan itu membahas kondisi finansial klub, tapi entah jika Fassone ternyata adalah anggota MLM.

Bisa-bisa pertemuan itu hanya jadi sepikan buat prospek saja. Kalau seperti itu sudah pasti pertanyaan yang diajukan Fassone adalah “Mau sehat atau mau kaya?”. Bukannya menjabarkan kondisi keuangan Milan.

Namun negosiasi yang dilakukan Fassone sepertinya tidak berhasil dan gagal meyakinkan EUFA agar diberikan sedikit kelonggaran. Sampai akhirnya UEFA mengumumkan bahwa Milan gagal memenuhi Financial Fair Play (FFP) dan terancam beberapa sanksi.

Keputusan tersebut diambil setelah UEFA menyatakan Milan melanggar peraturan FFP setelah menggelontorkan dana sekitar 200 juta euro untuk aktivitas belanja pemain. Salah satu ancaman yang bisa diterima Milan adalah dilarang untuk berlaga pada kompetisi Liga Europa.

Selain itu Milan juga berisiko menerima denda serta pemotongan hadiah. Sanksi yang juga pernah diterima klub lain seperti PSG, Manchester City, dan Besiktas.

Setelah dituduh oleh Li, Fassone lantas tidak hanya diam, tertidur, dan pura-pura sakit macam Setya Novanto saat menjalani sidang. Ia langsung melakukan counter attack yang biasanya diawali dengan memencet tombol segitiga hingga power bar­-nya penuh. Fassone balik menilai bahwa Li adalah sosok yang bertanggung jawab dibalik segala kekisruhan yang dialami Milan.

Ia mengatakan bahwa Li adalah orang yang mengupayakan peminjaman dana sebesar 303 juta euro dari Elliot Management. Hutang itu sendiri kabarnya akan jatuh tempo pada Oktober tahun ini.

Mendapat ancaman sanksi dari UEFA Fassone lantas mengajak teman-temannya yang bukan preman setempat melainkan perwakilan AC Milan. Mereka disebut akan segera menemui UEFA untuk membahas permasalahan tersebut.

“Kami akan membawa data ke badan UEFA dan menegaskan bahwa Milan hari ini harus membayar kesalahan tahun 2014 hingga 2017, ketika pemiliknya sama sekali berbeda. Kami menjalankan klub ini dengan sangat sehat dan seimbang. Jadi kami sebetulnya sangat berharap UEFA menawarkan solusi. Jelas, saya sangat kecewa,” ujar Fassone dikutip dari Liputan6.

Main photo: sempremilan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here