Entah merasa sudah puas atau kapok, AC Milan sepertinya mengikuti saudara sekontrakannya, Inter Milan, yang menyudahi aktivitas transfer pada musim ini. Itu berarti, tak akan ada pemain baru di Milan yang datang pada bursa transfer musim dingin Januari ini.

Musim ini Milan memang jor-joran merombak skuat pada bursa transfer musim panas kemarin. Tidak main-main, mereka merekrut 11 pemain sekaligus yang langsung bisa bikin tim dengan starter pemain-pemain baru.

Ya, mereka merekrut 11 orang itu di semua lini. Mulai dari kiper, bek kanan, bek tengah, bek kiri, gelandang, sayap, sampai pemain depan. Semuanya ada. Seolah “I Rossoneri” sebuah hotel bintang lima yang punya fasilitas segalanya.

Sayang, meski sudah membeli banyak pemain dan mengeluarkan banyak uang, performa Milan masih kayak kerupuk putih kelamaan di kaleng warteg. Melempem tanpa ada giginya sama sekali. Buktinya, di Seri A masih betah di peringkat ke-11 atau peringkat satu di wilayah Timur.

Petinggi Milan pun menegaskan meski posisinya masih susah, Milan tak akan menambah pemain lagi. Sekalinya tambah juga paling satu orang saja. Nanti kepenuhan kasihan mau tidur di mana.

“Kami tidak akan melakukan apapun di bursa transfer. Ini adalah informasi resmi yang bisa saya sampaikan. Mungkin ada beberapa pemain yang pergi. Itu pun tidak banyak,” ujar Massimilliano Mirabelli.

Bisa jadi Milan ini sudah puas dengan semua perekrutannya. Memang, kesebelas pemain itu hampir tak ada yang mengecewakan. Semua selalu dapat kesempatan bermain. Paling cuma Andre Silva yang sudah dibeli mahal tapi tak kunjung bikin gol di Seri A.

Selain itu ada Andrea Conti yang baru dibeli beberapa hari sudah mengalami cedera panjang. Sedangkan bek Leonardo Bonucci yang dibeli mahal juga mendadak hilang kekuatannya saat pindah dari Juventus. Meski belakangan kekuatannya sudah kembali, seolah palu Mjolnir sudah kembali ada di tangannya.

Tapi di sisi lain, manajemen Milan juga bisa jadi kapok dengan membeli pemain banyak-banyak. Selain mengganggu keseimbangan tim, bisa mengganggu cashflow keuangan juga.

Di situlah tim-tim lain bisa belajar dari pengalaman Milan. Ternyata membangun skuat tak semudah memasak telur ceplok. Mesti pelan-pelan membangunnya, membeli pemain dengan cara dicicil agar efektif. Tidak serta merta membeli 11 pemain sekaligus sehingga bisa mengganggu keseimbangan tim.

Tapi sekarang terserah Milan saja. Toh, para warga sekitar seperti kita memang cuma bisa berkomentar.

Main photo: Sumberbola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here