Milan benar-benar kompak dengan saudaranya sendiri, saudara sekontrakan, Inter Milan. Bila sang adik takluk 4-5 dari Fiorentina sehari sebelumnya. Milan ikut-ikutan kalah 1-2 dari Empoli.

Meski main di kontrakannya sendiri, apalagi lawan tim gurem macam Empoli, Milan nyatanya kesulitan. Mereka bahkan tertinggal 0-2 terlebih dahulu sehingga kemenangan pun makin sulit diraih.

Pertama lewat aksi sundulan maut Levan Mchedlidze yang namanya susah dieja, saat situasi tendangan pojok. Kedua lewat tendangan santai Mame Baba Thiam usai menerima asis dari Massimo Maccarone, striker tua yang gitu-gitu saja dari dulu.

Milan sebenarnya punya kesempatan untuk menyamakan kedudukan lewat penalti. Namun, Suso malah membuangnya, padahal namanya penalti sudah enak banget buat cetak gol. Gawang lebar, kipernya cuma satu.

Milan akhirnya baru bisa memperkecil kedudukan lewat aksi Gianluca Lapadula melalui tendangan mendatar tanah. Mereka mau coba-coba menyamakan kedudukan pada menit akhir saat melawan Inter, tapi ternyata tak berhasil. Voucher gol pada masa injury time sepertinya sudah habis.

Hasil ini tentu saja bikin pelatih Milan, Vincenzo Montella kecewa bukan main meski tak sampai gantung diri. Menurutnya, “I Rossoneri” mainnya kurang determinasi dalam penyelesaian akhir. Mereka sepertinya lupa kalau aturan dasar sepak bola buat cari menang adalah dengan mencetak gol lebih banyak dari lawan.

“Kami perlu ekstra determinasi dalam kotak penalti. Saya kecewa dengan hasil tersebut, pemain sudah berusaha sampai akhir tapi kami kehilangan intensitas,” katanya kepada wartawan.

Hasil ini bikin Milan jadi makin tak stabil mainnya. Kadang menang kalau lagi kepengen, kadang seri kalau lagi sial, kadang kalah kalau lagi tak mau menang.

Dalam 10 laga terakhirnya, Suso dan kawan-kawan menang lima kali, seri tiga kali, kalah dua kali. Memaksa mereka tetap nyaman di peringkat keenam.

Main photo credit: Twitter (@EmpoliCalcio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here