Pertanyaan yang ditunggu-tunggu AC Milan dan seluruh pendukungnya akhirnya membuahkan jawaban. Tidak ada jawaban benar, salah, atau ‘bisa jadi’ karena bukan sedang ikut kuis Eatbulaga.

Setelah menanti keputusan sidang akibat pelanggaran Financial Fair Play (FFP), “Rossoneri” tidak hanya dapat kartu kuning, namun kartu merah alias harus keluar dari kompetisi Eropa. Sayang sekali memang pada momen ini, VAR sepertinya tidak berguna untuk meninjau kembali pelanggaran. Terlalu berat dalam kasus Milan ini.

Kalau sedang bermain bola mungkin seperti tekel yang dilakukan lima orang pemain sekaligus ke anak gawang yang tidak salah apa-apa. Jelas sangat berbahaya dan mencederai sportivitas dalam sepak bola.

UEFA menjatuhkan hukuman tersebut melalui pernyataan resmi yang mereka rilis pada Rabu (27/6) waktu setempat. Milan yang otomatis mendapat jatah ke Liga Europa musim depan berkat berakhir di peringkat keenam klasemen, harus merelakan tiket mereka itu.

Hal ini merupakan buntut dari pembelian besar-besaran Milan di awal musim tahun lalu. Total sekitar 200 juta euro mereka gunakan untuk belanja pemain. Ternyata baru ketahuan bahwa uang yang digunakan Milan adalah uang pinjaman. Pendukungnya saja yang norak berasa klub kesayangannya mendapat durian runtuh atau warisan engkongnya.

Sialnya kondisi keuangan Milan dinilai tidak cukup baik untuk melunasi semua hutang tersebut sebelum jatuh tempo. Investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan Klub (CFCB) menemukan bukti bahwa terjadi pelanggaran terutama aturan keseimbangan pada keuangan klub.

Kalau bahasa Latin-nya yang lebih mudah dimengerti adalah besar pasak daripada tiang. Asal jangan besar “tonggak” daripada “lubang”, kasihan nanti.

Maka dari itu UEFA memberikan hukuman pada mereka. Diberikan hukuman tentunya dengan maksud agar tidak diulangi lagi pada waktu yang akan datang. Kalau masih diulang juga di masa depan nanti, lebih baik logo Milan ditambah gambar keledai saja sekalian.

Milan dipastikan tidak akan diikutsertakan pada kompetisi klub UEFA selama satu kali gelaran. Namun belum diputuskan apakah mereka akan absen pada musim 2018/2019 atau musim selanjutnya jika lolos.

Seperti yang diungkapkan Liputan6, sanksi UEFA tersebut berbunyi, “Milan akan dikeluarkan dari partisipasi dalam kompetisi klub UEFA selanjutnya, termasuk seandainya mereka lolos dalam dua musim ke depan (misalnya satu kompetisi di 2018/19 atau 2019/20, jika Milan lolos).”

Meski telah dijatuhkan sanksi, Milan masih berhak untuk mengajukan banding pada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Tapi jangan berharap banyak.

“AC Milan bisa melakukan banding atas keputusan ini di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), sesuai dengan pasal 34(2) aturan Prosedural yang mengatur Badan Pengendali Finansial Klub UEFA, dan juga pasal 62 dan 63 statuta UEFA.”

Kondisi ini jelas membuat Milan harus memutar otak demi memperbaiki krisis finansial mereka. Salah satu cara adalah dengan mengobral para pemain mereka di bursa transfer ini. Kalau hanya kegiatan Danus anak-anak BEM jual kue subuh, uangnya pasti bakal lama terkumpul.

Meski dikabarkan sedang dalam krisis, seorang pengusaha Amerika yaitu Rocco Commisso, dikabarkan tetap tertarik untuk mengakuisisi klub.

“Negosiasi untuk membeli Milan terus berlanjut, meskipun kesulitan dalam komunikasi. Dalam pandangan saya, merusak fondasi hubungan kepercayaan yang harus ada dalam konteks yang kompleks, tetapi jelas, seperti yang kita miliki saat ini,” ucapnya.

Permasalahan kembali muncul karena Yonghong LI hanya ingin melepas 25 hingga 30 persen sahamnnya. Sedangkan Commisso menginginkan pembelian 100 persen. Perlu diketahui bahwa Commisso adalah salah satu dari 400 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes. Kalau versi majalah Hidayah sepertinya belum ada update terbaru.

Main photo: en.as.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here