AC Milan akhirnya kembali ke Liga Champions. Sebuah kompetisi yang sudah delapan tahun tidak mereka ikuti. Kan lucu, ngakunya paling bermental Eropa atau DNA Eropa karena juara UCL paling banyak di Italia, tapi enggak main-main di sana sekian lama.

Sebagai pemegang BoH 7x Liga Champions yang ada badge-nya di kostumnya, malu dong kalau sampai tidak main di Liga Champions sampai 7x berturut-turut, bahkan delapan kali. Juara saja belum sampai delapan kali, tapi ini absennya sudah delapan kali secara beruntun.

Terakhir kali Milan tampil di Liga Champions saat subscribernya Atta Halilintar masih sedikit. Sekarang main lagi setelah subscribernya Atta mencapai 27 juta.

Untung lah, Dewi Fortuna alias hoki tingkat tinggi menghinggapi Milan musim ini. Setelah menjadi korban bully akibat perayaan terlalu dini gelar juara paruh musim, Milan nyaris saja di-bully lagi jika kalah dari Atalanta di laga terakhirnya.

Kalau mereka kalah, otomatis BoH 7x benar-benar jadi badge saja dan pemanis di Wikipedia. Soalnya di laga lain, Juventus menang 4-1 dan Napoli tertahan 1-1.

Hoki yang dimaksud adalah voucher penalti yang banyak sekali didapat Milan musim ini. Tercatat ada 20 penalti yang didapat Milan, di mana 15 di antaranya menjadi gol. Jumlah itu sepertinya jadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Namun, bagi Milanisti tentu saja semua penaltinya sah dan hasil dari sebuah serangan. Kalau handball ya penalti, kan memang begitu peraturannya.

Nah di laga terakhir lawan Atalanta, Milan sebenarnya tidak ada geregetnya. Lebih banyak menunggu saja di area sendiri. Atalanta juga tampak cuma main-main saja, mungkin mau membuktikan teori konspirasi fans kalau mereka ingin membantu Milan karena dendam dengan Juventus.

Namun hanya sekali serangan, Milan sukses mendapatkan penalti. Theo Hernandez memang dilanggar oleh dua pemain Atalanta. Tapi ya kok bisa pas banget, sekali serang dapat penalti. Sebuah kebetulan yang kebetulan.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1396580842194055168

Frank Kessie tak menyia-nyiakan kesempatan sering ini. Saking seringnya bikin gol lewat penalti, dia sampai sudah terbiasa dan sangat tenang.

Skor 1-0 bertahan sampai babak kedua. Atalanta juga masih ogah-ogahan menyerangnya. Sekalinya menendang malah melebar ke mana-mana. Tak banyak peluang penting diraih oleh “La Dea“. Mereka benar-benar menyia-nyiakan kesempatan jadi runner-up di Seri A yang bakal jadi sejarah terbaik keikutsertaan mereka di Seri A.

Menjelang akhir laga, Milan mendapat voucher lagi. Kali ini Robin Gosens melakukan handball, dan lagi-lagi Kessie menjadi algojonya karena sudah terbiasa. Dengan gol ini, Kessie sukses mencetak 11 gol lewat penalti dari 13 tendangan penalti di Seri A musim ini. Luar biasa.

Milan cukup menembak dua tendangan ke gawang saja, di mana dua-duanya lewat penalti. Hal itu cukup buat Milan untuk dipanggil “AC Minalty” oleh fans-fans tetangganya.

Namun, tentu saja mereka merayakan kemenangan ini usai memastikan diri kembali ke Liga Champions. DNA Eropa mereka telah kembali. Selamat, AC Milan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here