Klub asal Milan yang ada embel-embel AC di depannya harus kembali nyungsep di Seri A. Setelah nyungsep lawan Fiorentina, mereka nyungsep lagi lawan Sassuolo.

Tampil di kontrakannya sendiri di San Siro, Milan malah dibantai sama Sassuolo dengan skor 1-3. Apakah ini pertanda kalau Milan akan kembali ke settingan awal?

Maklum, musim lalu memang Milan gacor banget sampai juara paruh musim tetapi habis itu hilang bensin. Musim ini mulai menunjukkan tanda-tanda itu. Sempat tidak terkalahkan, sekalinya kalah langsung sampai dua kali.

Milan sebenarnya mampu unggul duluan lewat gol sundulan tipis Alessio Romagnoli. Dia menyambut umpan Theo Hernandez dari pojok yang sempat ditepis kiper Andrea Consigli. Namun, Consigli menepisnya di dalam gawang jadi percuma saja.

Sayangnya keunggulan itu tak abadi. Hanya bertahan tiga menit, Sassuolo menyamakan kedudukan usai Tiemoue Bakayoko salah mengoper. Bola lalu diserobot Giacomo Raspadori untuk diberikan kepada Gianluca Scamacca. Scamacca kemudian melepaskan tendangan dari jauh yang cuma dipandangi saja oleh kiper bernama Mike Maignan.

Pada menit ke-33, Sassuolo membalikkan kedudukan lagi-lagi lewat ulahnya Scamacca. Dia mendapat bola nemu di depan gawang yang langsung dijebret olehnya.

Bola sebenarnya tertepis oleh Maignan, namun bolanya memantul ke Simon Kjaer yang membuat itu bola masuk ke gawang sendiri. Akhirnya nama Kjaer lah yang muncul di papan skor.

Di babak kedua, Sassuolo kembali mencetak gol dan bikin jarak keunggulan makin lebar. Bek-bek Milan lagi-lagi bikin kesalahan kocak yang membuat bola diserobot Matheus Henrique.

Bola lalu diputar enak oleh Henrique, lalu mengeluarkan jurus Operan Sleding, yakni mengoper sambil sleding. Domenico Berardi yang awalnya lagi enak-enakan rebahan, mendadak langsung berdiri.

Bukan burungnya yang berdiri, tetap tubuhnya secara keseluruhan. Dia lalu menerima itu bola, sekaligus menggocek Romagnoli sampai nyungsep. Romagnoli ini tipe pemain setia sama klubnya. Klubnya nyungsep, dia ikut nyungsep.

Setelah bikin Romagnoli ter-bully di medsos, Berardi lalu membobol gawang Maignan lewat kolong.

Penderitaan Milan tak berhenti sampai di situ. Mereka harus main 10 orang setelah Romagnoli terpaksa menjatuhkan Gregoire Defrel setelah kembali kena gocek. Malunya makin gede ini Romagnoli. Mana kapten pula.

Akhirnya Milan menelan kekalahan kedua kalinya musim ini berturut-turut.

SHARE
Previous articleDatang Naik Perahu, Inter Bikin Tuan Rumah Malu
Next articleTak Disangka! Tim Papan Tengah Imbangi Juara Eropa
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here