Performa AC Milan musim ini yang naik turun macam sedang naik Halilintar Dufan, akhirnya berakhir manis. Kemenangan atas Fiorentina menjadi penutup yang sempurna bagi “Rossoneri”. Pada pertandingan pekan ke-38 Serie A, Milan sukses membungkam tamunya dengan lima gol hanya berbalas satu. Sebuah kemenangan terbesar Milan di musim ini.

Bagi Fiorentina, tidak usah bersedih meski dibantai. Tak masalah walau cuma kebobolan lima, masih untung tidak kebobolan 12 gol. Jadilah seperti orang Indonesia yang selalu bersyukur, selalu ada embel-embel “masih untung” tiap kena musibah.

Kemenangan tersebut juga memastikan Milan untuk bisa berpartisipasi di ajang Liga Europa musim depan. Memang hal tersebut adalah pencapaian paling realistis bagi Milan yang menjalani musim bergelombang ini macam tanaman Anthurium.

Pembelian besar-besaran sebelum memulai musim nyatanya tak seindah yang diharapkan. Performa Milan di awal musim sangatlah labil macam kelakuan remaja baru masuk SMA. Manajemen akhirnya memutuskan untuk memecat Vincenzo Montella pada November dan menggantinya dengan Gennaro Gattuso.

Meski awalnya tidak terlalu meyakinkan seperti anggota MLM baru yang sedang prospek, Gattuso pun akhirnya membuat performa Milan semakin membaik. Ia juga sempat membuat Milan mencatatkan 10 laga tak terkalahkan di Serie A.

“Ini musim yang sangat panjang. Kami menjalani 57 pertandingan tanpa skuat yang dalam, tapi kami sadar kalau kami memiliki dasar yang kuat dengan pemain-pemain muda dan mereka memiliki masa depan menjanjikan,” ucap Direktur Olahraga AC Milan, Massimiliano Mirabelli, dikutip dari Detik.

Keberhasilan Milan memenangkan laga tersebut membuat mereka berakhir di peringkat keenam dengan jumlah poin sebanyak 64. Sementara itu bagi Fiorentina, kekalahan itu sekaligus mengubur harapan mereka untuk bermain di babak play-off Liga Europa. Mereka menempati posisi kedelapan klasemen akhir dengan tertinggal tiga poin dari Atalanta yang mengambil jatah tiket play-off itu.

Milan yang tampil menyerang sejak awal laga justru kebobolan lebih dahulu pada menit ke-20. Memanfaatkan terobosan Federico Chiesa, Giovanni Simeone membuat tendangan L1+kotak yang tidak mampu dihalau Gianluigi Donnarumma. Gayanya saja pakai sarung tangan, padahal tidak sedang naik motor.

https://twitter.com/ItalianFD/status/998248026295726085

Namun hanya berselang tiga menit kemudian, Milan mencetak gol balasan. Tendangan bebas Hakan Calhanoglu melengkung menukik bagai pelangi mejikuhibiniu ke dalam gawang. Calhanoglu sedang bermain bagus pada malam tadi. Tiga menit jelang babak pertama usai, ia membuat assist untuk gol kedua Milan.

Dari sisi kotak penalti, ia membuat sebuah gocekan patah pinggang sebelum mengirimkan umpan ke depan gawang. Patrick Cutrone menyambut umpan tersebut dengan sebuah sundulan rendah macam burung dara balap. Babak pertama berakhir dengan keunggulan 2-1 bagi Milan.

Babak kedua Milan langsung mencetak gol kembali empat menit setelah dimulai. Bola muntah hasil tepisan Bartlomiej Dragowski, disambar dengan cepat oleh Nikola Kalinic yang membuat “Rossoneri” unggul 3-1.

Milan makin tidak terbendung setelah Cutrone mencetak gol keduanya. Kembali memanfaatkan assist dari Calhanoglu. Cutrone melepaskan tendangan datar keras yang mengarah ke sisi tiang dekat dari jangkauan kiper.

Gol dari Bonaventura menutup kemenangan besar Milan atas “La Viola”. Akselerasinya dari tengah lapangan dituntaskan dengan tendangan LDR alias jarak jauh yang menghujam tajam ke gawang Dragowski. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 5-1 Milan atas tamunya.

https://twitter.com/acmilan/status/998267567402815488

Main photo: Sports Illustrated

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here