Milan untuk kesekian kalinya mengalami kekalahan musim ini. Kalau di Seri A kalah dari semua tim papan atas, ternyata penyakit itu menular di Liga Europa. Malah kini dikalahkan dari tim semenjana, Rijeka.

Rijeka sebenarnya tim kuat di Kroasia. Tapi sekuat-kuatnya mereka di Kroasia, tetap saja kualitasnya kalah jauh dari Milan yang punya sejarah besar di Eropa.

Entah Rijekanya yang bertambah kuat, atau Milannya yang melemah. Yang jelas, tim asuhan Gennaro Gattuso itu harus mengakui kekalahan 0-2 dari Rijeka tanpa Rahim, bininya bang Rhoma itu.

Gattuso memang tak menurunkan beberapa pemain andalan macam Mateo Musacchio, Leonardo Bonucci, Riccardo Montolivo, Gianluigi Donnarumma, Franck Kessie, dan Nikola Kalinic. Tapi tetap saja, Milan tetaplah Milan yang harusnya punya mental sekuat mobil Fortuner.

Jakov Puljic membuka kemenangan Rijeka lewat sebuah tendangan bebas yang luar biasa. Tendangannya melengkung kayak janur kuning. Menembus gawang yang dijaga Marco Storari.

Rijeka setelah itu juga terus menyerang Milan, mungkin pede karena main di depan warga lokal. Apalagi stadionnya tak terlalu besar sehingga penonton jadi terasa amat dekat.

Sementara Milan masih tak berkutik. Mau coba menyerang kayaknya susah banget. Sempat menembak ke gawang tapi gagal menemui sasaran. Bahkan sampai akhir pertandingan, “I Rossoneri” tak bisa menembak ke gawang sama sekali dengan tepat.

Dari empat tembakan semuanya melenceng. Mungkin semua pemain Milan tak punya mata kaki. Sedangkan Rijeka cuma buat dua tendangan ke gawang, dua-duanya gol.

Gol kedua Rijeka lahir dari Mario Gavranovic usai memanfaatkan umpan mendatar Zoran Kvrzic yang namanya susah dieja. Pemain Milan tampak terpana dan tak bisa berbuat apa-apa usai kebobolan kedua kalinya.

Gattuso juga pasrah. Entah apa yang terjadi di ruang ganti tak ada yang tahu. Semoga saja Andre Silva dan kawan-kawan tidak benjol-benjol ketika keluar dari stadion.

https://twitter.com/TrollFootball/status/938867665711460352

Pelatih berbadan kekar kayak kuli bangunan itu pun bertanggung jawab atas kekalahannya. Dia juga merasa anak asuhannya itu masih terlalu rapuh. Rapuh kayak judul lagu Padi yang mendayu-dayu itu. “Tak pernah terpikirkan olehku, untuk tinggalkan engkau seperti ini.

Mental para pemain Milan masih mental kerupuk. Mudah diremukkan, setelah remuk enaknya ditaruh ke mangkuk bubur ayam.

“Ini menyakitkan dan kami harus bercermin setelah ini. Hari ini saya yang bertanggung jawab karena saya memilih untuk menurunkan line-up ini. Kami juga terlalu rapuh dan tak bisa bereaksi setelah kebobolan,” ujar Gattuso.

Gattuso memang sengaja menyimpan beberapa pemainnya karena untuk menyiasati jadwal padat. Apalagi minggu depan Coppa Italia sudah dimulai.

Kekalahan dari Rijeka tetap tak memengaruhi posisi Milan di peringkat pertama grup Liga Europa. Tapi tetap saja, kekalahan ini jadi bahan bully pesaing Milan di dunia maya.

Main photo: Detik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here