Merk olahraga ternama dunia berlambang macan loncat, Puma, secara resmi bergandeng tangan untuk kerja sama jangka panjang dengan AC Milan. Tidak dijelaskan secara rinci nilai kontrak serta seberapa panjang kerja sama tersebut. Semoga saja sepanjang jalan kenangan agar mereka selalu bergandeng tangan.

Kerja sama ini merupakan imbas dari putusnya Milan dengan Adidas setelah hampir dua dekade menjalin mitra. Sayang benar memang hubungan berpuluh tahun, putus di tengah jalan. Andai punya anak selama jangka waktu itu, pasti sudah masuk kuliah.

Kolaborasi antara Milan dan Puma akan resmi terhitung sejak tanggal 1 Juli 2018. Puma yang jika dicari di google munculnya bukan hewan ini akan menjadi mitra, pemasok teknis skala global, serta licensing partner dari AC Milan.

Jadi mulai musim depan sudah dipastikan tidak ada tiga garis yang biasa menghiasi jersey Milan. Bukan diganti dengan logo minuman Ale-Ale, tetapi dengan logo Puma yang bergambar macan loncat entah karena kaget atau apa.

“Saya sangat senang mengumumkan bahwa kini AC Milan telah bekerjasama dengan PUMA. AC Milan dan PUMA sejauh ini berhasil membangun rasa saling menghargai dan semangat serta nilai yang sejalan terhadap olah raga dan sepak bola,” ujar CEO Milan, Marco Fassone.

AC Milan sendiri merupakan salah satu klub paling legendaris dan ikonis di dunia. Dengan meraih tujuh piala Liga Champions dan 18 gelar scudetto, Milan menjadi salah satu raksasa Eropa.

Dengan pencapaiannya yang luar biasa, “I Rossoneri” berhasil mencatat namanya sebagai salah satu klub sepak bola Italia paling sukses dalam level internasional dan dalam sejarah sepak bola. Pemilik barunya kini telah mencanangkan rencana yang cukup ambisius untuk mencetak performa teratas.

Namun itulah yang sejarah katakan, karena beberapa waktu belakangan ini, Milan hanya menjadi tim pemanis di liga maupun di pentas Eropa. Performa Milan juga masih kendur seperti karet gelang direndam minyak tanah.

“Kami sangat bangga bekerja sama dengan Milan. Milan adalah salah satu klub yang paling sukses di sejarah sepak bola dunia serta memiliki dukungan yang tak terhingga dari fan base-nya yang memiliki jaringan global. Baik tim maupun pendukungnya sama-sama mencerminkan semangat sepak bola,” ujar Bjorn Gulden, CEO Puma.

Lebih lanjut, Gulden berharap kerja sama ini akan meningkatkan mutu kedua brand. Ya sudah pasti, namanya kerja sama pasti dua-duanya ingin sama-sama untung. Mana ada yang mau rugi.

Puma diharapkan dapat membawa perubahan buat Milan, terutama pada bagian inovasi dalam industri pakaian dan sepatu olahraga. Siapa tahu saja, kostum Milan nanti bisa terhubung dengan aplikasi GO-JEK. Jadi para pemain Milan tak perlu bingung kalau mau pulang ke rumah.

“Saya rasa tidak berlebihan jika saya katakan bahwa jersey Rossoneri merupakan jersey paling ikonis di dunia sepak bola. Kami sangat menantikan kelanjutan dan dampak positif dari kerjasama AC Milan dan Puma ini,” sambungnya.

Bergabungnya AC Milan dengan Puma tersebut menyempurnakan klub yang didukung oleh Si Macan Loncat seperti Borussia Dortmund dan Arsenal. Selain itu beberapa negara juga mendapat dukungan yang sama seperti Italia, Swiss, Austria, dan lain-lainnya.

Sebenarnya kontrak dengan Milan dengan Adidas masih akan berakhir pada 2023 mendatang, namun terdapat klausul yang bisa membuat Adidas memutuskan kerja sama sebelum kontrak berakhir.

Semoga dengan kerja sama Milan dan Puma ini akan mengembalikan performa tim kembali ke jalan yang benar, bukan jalan yang zig-zag. Memang masih berat sepertinya perjalanan Milan, biar Dilan saja yang menanggungnya, dia kuat sepertinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here