Baru menang sekali, AC Milan kalah lagi. Setelah meraih tiga poin pertama mereka dari SPAL pada tengah pekan lalu, “Rossoneri” kembali ditekuk saat menjamu Lazio di San Siro. Milan tunduk dengan skor tipis 1-2 dari tamunya.

Setelah ditangani oleh Stefano Pioli, Milan menjalani dua laga yang buruk melawan tim berlambang serigala. Kalau kata iklan Primbon via sms yang dulu banyak di televisi, Milan pasti sudah dibilang “kamu tidak cocok lawan tim berlambang serigala”.

Melawan Lecce imbang, bertandang ke markas AS Roma, kalah. Maklum saja tapi dari dua pertandingan awal soalnya. Laga ketiga akhirnya Milan meraih kemenangan perdana saat lawan SPAL. Klub yang tidak ada lambang serigalanya.

Tapi pada laga keempat ini Milan kembali tak berdaya atas lawannya. Harus begitu mungkin tiap tiga pertandingan ada seri, menang, dan kalah.

Padahal Lazio ini tidak memiliki gambar serigala pada logo klub mereka. Tapi ada gambar burung elang. Mungkin Milan ini memang tidak cocok melawan tim-tim dengan logo klub yang punya gambar hewan.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1191114070008717319?s=20

Milan memang tertinggal terlebih dahulu dari tamunya saat pertandingan berjalan 25 menit. Umpan dari Manuel Lazzari di sisi kanan langsung disambar Ciro Immobile dengan sundulan ke ujung gawang.

Donnarumma yang jari tangannya tidak sampai 30 cm panjangnya tidak mampu menjangkau bola.

Gol ini juga menandai gol ke-100 Immobile untuk “Elang Ibukota”. Catatan tersebut ia ciptakan dari 147 pertandingan. Musim ini memang Immobile cukup gacor di lini depan. Total sudah 10 gol dan empat assist yang ia hasilkan.

Dengan catatan bagus tersebut, sudah pasti Immobile jadi legenda klub. Fix banget. Tidak mungki ia jadi Supra atau Kharisma.

Namun tiga menit berselang, Milan langsung membalas setelah sentuhan Krzysztof Piatek mengenai Bastos dan berbelok arah. Langsung selebrasi boom boom boom boom Si Piatek. Tidak tahu saja dia kalau itu dianggap gol bunuh diri. Geer juga lumayan.

Sayang tujuh menit jelang laga usai, Milan kembali kebobolan setelah sodoran Luis Alberto kepada Joaquin Correa bisa dituntaskan dengan baik. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang.

“Kami menciptakan banyak peluang, meski lawan juga punya peluang bagus, karena Lazio adalah tim berkualitas, seperti kami,” ujar Pioli dikutip dari Detik.

“Kami kurang sedikit konsentrasi dan itu membuat kami gagal menang. Beberapa menit sebelum gol, Theo Hernandez bisa membawa bola masuk ke kotak penalti Lazio, kami seharusnya bisa mencegah serangan balik mereka.”

https://twitter.com/adriandelmonte/status/1191108960457314304?s=20

Main photo: foxsportsasia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here