Kubu AC Milan tampak masih masygul atas insiden yang terjadi lawan Fiorentina, Sabtu kemarin. Tim berkostum belang-belang merah-hitam itu awalnya memimpin 1-0 hingga menit 83, akhirnya terpaksa seri gara-gara penalti.

Bukan hanya itu saja, mereka juga dirugikan saat gol Zlatan Ibrahimovic dianulir pak wasit gara-gara handball. Entah bagaimana standar aturan handball sekarang, padahal tangan Zlatan tidak aktif dan rapat ke badan.

Milan akhirnya betulan memimpin di babak kedua lewat Ante Rebic. Cuma sayang keunggulan itu tak abadi.

Pada menit ke-83, mantannya Milan, Patrick Cutrone dilanggar oleh Alessio Romagnoli. Setelah lihat tayangan ulang berulang-ulang-ulang, memang kaki Romagnoli menyentuh bola seujung kuku. Namun wasit enggan lihat VAR dan tetap kasih penalti.

Penalti tersebut dikonversi dengan baik oleh Erick Pulgar yang namanya lucu itu. Skor akhirnya jadi 1-1 dan Milan jadi ganang alias gagal menang.

Inilah yang bikin kesal kubu Milan. Direktur Teknis Milan, Paolo Maldini, menyesalkan kegagalan timnya meraih poin penuh. Pasalnya, Milan bermain cukup baik pada pertandingan tersebut.

“Kami sedikit jengkel dengan penalti yang membuat kami kebobolan. Dalam pertandingan sebelumnya kami berusaha keras untuk memahami keputusan wasit, tetapi VAR tidak menyebut wasit karena insiden penalti itu membingungkan. Jika ini penalti, maka saya benar-benar tidak tahu,” kata Maldini dikutip Liputan6.

Menurut Maldini, apa yang dilakukan Romagnoli tidak lah jahat. Apalagi sampai dimasukkan ke penjara. Ya menang tidak.

Tapi maksudnya bukan sebuah pelanggaran terhadap Cutrone. Apa yang dilakukannya adalah murni challenge yang bersih. Sebersih kulit Pevita Pearce.

Saya tidak pernah melihat penalti seperti ini, jelas bahwa itu bukan pelanggaran. Tidak mungkin bagi wasit untuk mengatakan sejauh mana sentuhannya. VAR perlu disederhanakan atau dijelaskan lebih jelas, fakta bahwa itu tidak digunakan untuk penalti merusak bagi semua orang. Itu perlu digunakan dalam berbagai cara,” sambungnya lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here