Milan dengan embel-embel AC kembali meraih kemenangan meyakinkan atas tim kuat, AS Roma, 2-0 dalam lanjutan Seri A. Milan sepertinya berubah jadi Super Saiya setelah liburan Corona.

Sebelum Corona, Milan memang terseok-seok dan hobi sekali ‘cosplay’ jadi tim medioker bahkan tim gurem. Namun setelah “liburan” usai, Milan menjelma balik lagi jadi tim raksasa. Semoga bukan sekadar ‘cosplay’ jadi tim raksasa.

Tim asuhan Stefano Pioli itu sukses menahan imbang Juventus 0-0 di semifinal Coppa Italia meski hanya bermain 10 orang. Walau gagal lolos, hasil itu terbilang bagus.

Berikutnya “Rossoneri” membantai Lecce dengan skor telak 4-1 dan terakhir adalah Roma yang mereka lumat.

Pioli pun mengaku bangga anak asuhannya bisa mengalahkan tim besar. Mereka sepertinya lupa kalau Milan itu tim besar juga, tapi kelamaan cosplay jadi tim medioker.

“Kami pantas memenangkan pertandingan karena kami bekerja sebagai tim sepanjang, bahkan dengan beberapa kesalahan, dan itu sudah lama sejak kami menang melawan salah satu klub besar,” ujarnya dikutip Liputan6.

Pada jalannya pertandingan, gol Milan baru dihasilkan pada sebagian akhir babak kedua. Gol tidak dicetak oleh Jon Dahl Tomasson, melainkan Ante Rebic yang lagi gacor sejak direkrut Milan beberapa bulan lalu.

Rebic memanfaatkan situasi random di depan gawang Roma. Dia sempat melepaskan tendangan jarak dekat yang mengenai pemain Roma dan mantul ke tiang. Bak magnet kulkas, bola kembali lagi ke Rebic yang kali ini disikat dengan telak “with no mercy“.

Milan menggandakan keunggulan lewat titik penalti yang tidak dilakukan Andriy Shevchenko, melainkan Hakan Calhanoglu. Penalti diberikan memang sah karena Theo Hernandez yang menyamar jadi Marek Jankulovski dijatuhkan Chris Smalling.

Skor 2-0 menutup laga ini di tengah serangan virus Corona yang masih mengancam di sebagian besar penduduk bumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here