Bagi tim yang sementara berstatus medioker, lolos ke Liga Europa saja sudah bangga. Itulah AC Milan. Bukan maksud menghina, tapi kenyataannya tim asal kota Milan itu memang sedang terpuruk beberapa musim terakhir belakangan.

Itulah mengapa, dapat lolos ke Liga Europa setelah mengalahkan Bologna 3-0 merupakan rezeki yang tak boleh ditolak. Bahkan cenderung dibanggakan bak cucu pertama.

Sejatinya, Milan yang berada di peringkat keenam tak berhak mendapat jatah ke Liga Europa. Namun, mereka lah yang berstatus jadi ahli waris Lazio yang jadi finalis Coppa Italia. Lazio sendiri finis di peringkat empat Seri A.

Sementara pesaing mereka, Fiorentina mengalami kekalahan dari Napoli satu hari sebelumnya. Pesaing mereka yang lain, yang lagi rada-rada, Inter Milan, memang akhirnya bisa menang saat mengalahkan Lazio. Tapi poinnya sudah tak bisa dikejar lagi.

Hal itulah yang membuat mereka bangga. Meski sejatinya Liga Malam Jumat bukan level tim sekelas Milan, tapi apa boleh dikata. Inilah rezeki yang mereka terima, tak boleh ditolak.

“Saya sangat puas dan bangga. Prioritas kami adalah menembus Eropa dan kami berhasil melakukannya. Saya senang dan berterima kasih kepada semua orang, kepada fans juga yang selalu berada di belakang tim ini,” ujar pelatih Vincenzo Montella.

Milan mengawali kemenangan lewat gol Gerard Deulofeu usai melakukan kerja sama segitiga cantik dengan Gianluca Lapadula dan Matias Fernandez. Untung saja kedua rekannya itu mau diajak bekerja sama, kalau tidak, tak bakalan tercipta gol tersebut.

Keisuke Honda kemudian menggandakan keunggulan lewat tendangan bebas. Kiper Bologna sebenarnya bisa menjangkau bola tersebut, hanya saja kurang cepat 0,03 detik dari tendangan Honda yang secepat motor CBR itu.

Lapadula kemudian mengganjilkan kemenangan Milan agar posisinya nyaman ke Liga Europa. Fernandez lagi-lagi memberikan umpan matang kepada Lapadula untuk diselesaikannya langsung tanpa pura-pura.

Main photo credit: Twitter (@acmilan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here