Milan dengan nama AC di depannya masih terus menginap di puncak meski Tahun Baruan sudah lewat. Mereka asyik bakar jagung sampai lupa yang namanya turun dari puncak.

Tim asuhan Stefano Pioli masih kokoh di puncak klasemen Seri A tanpa terkalahkan setelah mengalahkan Benevento 2-0. Meski tampil culun, namun mereka tetap bisa menang. Itulah tim bermental juara.

Milan memang mainnya tidak bagus-bagus amat. Mereka mampu unggul juga karena gesek voucher penalti. Benevento melakukan kesalahan sendiri yang direbut Ante Rebic kemudian terpaksa dijegal Alessandro Tuia.

Franck Kessie meski wajahnya sangar tapi menendang penaltinya begitu kalem dan tenang. Skor 1-0 jadi keunggulan buat Milan.

Soalnya, Milan harus main dengan 10 orang sejak menit ke-30-an. Sandro Tonali langsung dikasih kartu merah usai tak sengaja menendang kaki Artur Ionita.

Benevento melancarkan beberapa aksinya. Mulai dari kena tiang sampai ditepis Gigi Donnarumma. Bukan ditepis pakai giginya, melainkan memang namanya Gigi panggilan Gianluigi, bukan Nagita.

https://twitter.com/ESPNFC/status/1345810878902501381

Di babak kedua untunglah Milan yang sedang menderita bisa menambah keunggulan. Lumayan bikin tenang Milanisti.

Sebuah serangan balik dari Ante Rebic dan Rafael Leao, kurang cermat diantisipasi kiper Lorenzo Montipo yang penuh keraguan buat menerjang Leao. Akhirnya bola malah ditendang manis bin mulus oleh Leao dari sudut yang tak biasa.

Benevento sebenarnya dapat peluang emas banget setelah dapat voucher penalti. Namun peluangnya malah dibuang Gianluca Caprari. Maunya apa ini Benevento, dikasih kesempatan malah dibuang.

Meski demikian, Milan yang lebih banyak menunggu serangan Benevento juga dua kali membahayakan gawang tuan rumah. Tercatat dua kali mistar menyelamatkan gawang Benevento.

Mungkin ke depan Benevento tak usah pakai kiper, cukup taruh tiang saja sebanyak mungkin di depan gawang. Wong tiangnya lebih jago dari kipernya.

Stefano Pioli pun mengakui permainan Milan masih di bawah standar. Terlebih mereka kesulitan setelah main dengan 10 orang. Namun hasilnya patut disyukuri karena tetap bisa bakar jagung di puncak.

“Sekali lagi, setelah turun menjadi 10 orang, kami menunjukkan hati, intensitas, semangat dan keyakinan. Itu adalah kemenangan besar lainnya,” kata Pioli kepada Sky Sport Italia, dikutip dari INews.

“Kami tidak membiarkan lawan menekan. Kami menekan diri sendiri dengan menuntut yang terbaik. Ada beberapa kesalahan, tapi kami bersatu untuk membawa pulang hasilnya. Setiap hasil penting untuk meningkatkan kepercayaan diri.”

SHARE
Previous articleCity Bikin Chelsea Makin Kecil Hati, Kecil Sekali…
Next articleBarca Cuma Menang Segitu, Tapi Tak Perlu Malu
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here