Chelsea dikabarkan semakin intens melakukan pembicaraan dengan AC Milan terkait dengan transfer Tiemoue Bakayoko. Kalau sedang PDKT, ibarat tinggal katakan “I love you” saja, mudah-mudahan langsung diterima. Kesepakatan ini kian jadi kenyataan setelah transfer Mateo Kovacic tampaknya akan membuka jalan Bakayoko menuju Serie A.

Pada akhir musim lalu, Bakayoko menyadari dirinya gagal memberikan kontribusi besar buat Chelsea. Jangankan berkontribusi buat Indonesia, buat Chelsea saja dia sadar betul kalau masih minim. Bakayoko bahkan mengakui bahwa dirinya kesulitan untuk beradaptasi dengan sepak bola Inggris.

Padahal kalau dipikir-pikir sederhana, sepak bola di mana-mana sama saja. Mau di Inggris, di Italia, di Spanyol, di Tuvalu, sampai di Indonesia. Lapangannya persegi panjang, main 11 lawan 11, memperebutkan satu bola untuk dimasukkan ke gawang lawan. Yang membedakan kalau di Indonesia biasanya ada berantemnya.

Namun maksud Bakayoko, sepak bola Inggris ini benar-benar berbeda dalam tanda kutip. Menurutnya, Liga Primer itu sangat menguras tenaga. Jauh berbeda dengan gaya permainan di Prancis. Cenderung lebih santai, mungkin masih bisa ngopi-ngopi cantik dulu.

“Intensitas di Premier League sangat luar biasa. Sangat sulit untuk menunjukkan performa terbaik di Inggris. Tidak ada waktu untuk beristirahat, bola terus bergerak sepanjang laga. Saya sangat terkesima dengan sepak bola Inggris,” ungkap Bakayoko beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Bola.com.

“Di Prancis, para pemain masih memiliki waktu untuk menahan bola dan membangun serangan. Saya tak menemui hal tersebut di sini,” sambungnya lagi.

Jelang musim baru Premier League yang akan berjalan dalam beberapa hari lagi, Bakayoko sepertinya tidak masuk dalam rencana pelatih baru Maurizio Sarri. Bahkan pada laga melawan Manchester City, Bakayoko tidak dipasang.

Boro-boro dimainkan, masuk daftar pemain cadangan saja tidak. Mungkin saat itu dia hanya jadi cadangannya pemain cadangan.

Untung saja jelang tutupnya bursa transfer Premier League berakhir, Milan kabarnya setuju untuk meminjam sang pemain. Milan rupanya melihat keenakan dalam kesempitan, entah apanya yang sempit.

Hal ini juga dikatakan tidak terlepas dari berhasilnya Chelsea meminjam Kovacic dari Real Madrid. Alhasil, lini tengah Chelsea bakalan penuh sehingga Milan mencoba ambil kesempatan ini untuk meminjam pemain berwajah ganteng lembut itu.

Menurut laporan Calciomercato yang dilansir dari Liputan6, Milan memiliki opsi untuk menebus pemain asal Prancis itu dengan nilai 30 hingga 35 juta Euro. Sementara itu untuk urusan gaji Bakayoko sebesar 6,5 juta euro, Milan dan Chelsea sepakat untuk pets pets alias berpatungan.

Tapinya bukan macam di tongkrongan yang kalau malam sudah mulai menjelang, tiba-tiba ada saja 10 ribu pertama buat beli barang haram. Kalau patungannya hanya sebesar 10 ribu pertama, entah sampai kapan baru terbayar gajinya Bakayoko.

Awal musim lalu, Bakayoko datang dengan sangat meyakinkan ke Stamford Bridge. Didatangkan dari AS Monaco, sang pemain ditebus dengan harga yang lumayan bikin netizen menganga.

Dana 40 juta pounds atau sekitar 775 miliar rupiah disodorkan manajemen “The Blues” demi mendapatkan pemain yang disebut sebagai “The Next Yaya Toure”.

Maklum, rapor Bakayoko terhitung bagus dan mungkin tidak ada nilai merahnya saat bersama Monaco. Mendapat menit bermain sebagai skuat inti, Bakayoko turut membawa Monaco untuk pertama kalinya menjuarai Ligue 1 setelah melewati batas umur membuat KTP alias 17 tahun.

Bakayoko juga merupakan salah satu pemain kunci yang mengantar Monaco melaju hingga babak semi final Liga Champions 2017. Praktis Bakayoko langsung mengisi satu tempat di lini tengah yang juga usai ditinggalkan oleh pemain yang jarang oper gigi dan menggunakan kopling alias Nemanja Matic.

Namun kenyataan berkata lain saat Premier League mulai berjalan. Seiring dengan performa Chelsea yang terus merosot, Bakayoko juga kesulitan untuk beradaptasi dengan gaya bermain sepak bola Inggris.

Reputasi dan nama besar Bakayoko saat bermain di Ligue 1 gagal dihadirkannya ke Premier League. Bakayoko nyatanya gagal menggantikan peran Matic yang menjadi tandem sempurna Kante di lini tengah Chelsea.

Belum lagi kedatangan Jorginho membuat persaingan di lini tengah makin ketat. Posisi gelandang jangkar sudah pasti menjadi milik N’Golo Kante yang bermain bagus sepanjang tahun atupun Jorginho yang merupakan andalan Sarri ketika bersama-sama di Napoli

Sepanjang bermain di Chellsea, Bakayoko mencatatkan 29 penampilan di Premier League, lima diantaranya sebagai pemain pengganti dan menyumbangkan dua gol.

Main photo: Squawka

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here