Lionel Messi akhirnya mengakhiri puasa golnya di Piala Dunia 2018 ini ketika mencetak satu gol saat melawan Nigeria. Tak perlu menunggu hingga 21 hari dan diberikan lampu neon,  Messi akhirnya memecahkan telurnya juga.

Satu gol Messi di babak pertama membuka keunggulan Argentina di pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 tersebut. Sementara itu Nigeria membalas satu kali melalui gol Victor Moses sebelum akhirnya ditutup Marcos Rojo tanpa lele dengan golnya beberapa menit jelang pertandingan berakhir.

Kemenangan Argentina tersebut otomatis membuat nyawa mereka di ajang Piala Dunia masih bisa diulur-ulur sebentar. Kalau sedang main gim mungkin seperti mendapat nyawa bonus. Kalau tidak bisa dimanfaatkan dengan bijak, siap-siap saja beberes barang dan pulang kampung.

Pada grup C, selain Kroasia memang tiga tim lain yaitu Argentina, Nigeria, dan Islandia masih berpeluang lolos. Sebelum pertandingan, Argentina dan Islandia sama-sama mengumpulkan satu poin. Sementara Nigeria memiliki tiga poin hasil satu kemenangan.

Namun pada  klasemen akhir, Argentina menempati peringkat kedua dengan empat poin. Sementara Nigeria di tempat ketiga dengan tiga poin. Argentina harus berterima kasih pula pada Kroasia yang mengalahkan Islandia.

Apabila pertandingan itu dimenangkan tim “Viking” tanpa Bandung, antara Argentina dan Islandia akan menghitung selisih gol untuk lolos ke 16 besar. Namun Argentina kini sudah ditunggu lawan yang menyeramkan di babak 16 besar yaitu tim ayam jantan alias Prancis.

Salah satu pertandingan paling penuh drama terjadi di pertandingan yang digelar di Stadion St. Petersburg. Kedua tim mau tidak mau dan suka tidak suka wajib menang untuk lolos ke babak selanjutnya.

Pelatih Jorge Sampaoli sudah tak mau lagi pasang-pasang pemain yang tidak jelas. Semua pemain bintangnya diturunkan sejak awal. Percobaan serangan yang terus dilakukan Argentina akhirnya berbuah hasil di menit ke-14.

Umpan panjang Ever Banega dari tengah lapangan, diterima dengan kontrol yang sangat baik dari Messi. Bola seperti menempel di kakinya. Mungkin ada nasi di sekitar paha Messi jadi bola bisa lengket begitu.

Dengan dua sentuhan, Messi menendang bola dengan kaki kanannya. Bukan merupakan kebiasaan “La Pulga” yang lebih kuat menendang dengan kaki kiri. Namun sepakan keras Messi membuat kiper dan bek Argentina tak mampu untuk menghalaunya.

https://twitter.com/Football__Tweet/status/1011680965335441413

Gol ini menjadi ajang pembuktian Messi yang baru nongol di laga ketiga. Lumayan satu gol, setidaknya tidak diceng-cengin amat lah.  Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama untuk Argentina.

Petaka datang di babak kedua ketika wasit memberikan hadiah penalti untuk Nigeria. Kejadian bermula dari Javier Mascherano memeluk Oghenekaro Etebo yang akan menyundul bola hingga terjatuh. Padahal mereka tidak sedang nonton Teletubbbies.

Moses yang dulu pernah membelah lautan, kini dengan tenang mencetak tendangan penalti. Tidak perlu ancang-ancang jauh hingga 1 km, Moses bisa mencetak gol penalti keren dengan hanya mengambil ancang-ancang beberapa langkah.

Sebenarnya Nigeria sempat berpeluang mendapat penalti lagi ketika bola terlihat mengenai tangan Marcos Rojo. Namun wasit yang melihat tayangan VAR menolak untuk memberikan penalti kedua Nigeria. Hal ini sempat menjadi kontroversi.

Namun salah satu teori mengatakan bahwa handball terjadi ketika bola berubah arah, berasal langsung dari tendangan lawan. Sementara handball Rojo terjadi akibat bola yang berasal dari sundulannya sendiri.

Argentina sempat panik lagi saat kedudukan 1-1. Kalau seri saja, dipastikan mereka cuma jadi turis yang hobi selfie lalu diunggah ke IG. Permainan mereka juga tak meningkat, semacam frustrasi, cuma gitu-gitu saja.

Beruntung, sang penyelamat akhirnya tiba tanpa kereta kencana di menit ke-86. Sosok tersebut bukanlah Messi yang sering dijuluki “Messiah”. Penyelamat Argentina hadir melalui sosok pemuda tatoan yang kalau nongkrong di sekitar Pasar Senen pasti sudah dikira jagoan setempat yaitu Marcos Rojo.

Umpan silang Gabriel Mercado dari sisi kanan, disambut Rojo dengan sebuah sepakan first-time ke sudut bawah gawang Nigeria. Gol ini bahkan membuat Maradona yang tersorot kamera, memberikan gambaran tangan Tuhan. Bukan hanya satu, melainkan dua seperti skor Argentina. Messi dan kawan-kawan unggul hingga menit akhir pertandingan dengan skor 2-1.

Pelatih Argentina Jorge Sampaoli mengatakan bahwa gol Rojo adalah buah dari keberanian dan keyakinan para pemainnya. Padahal, Rojo adalah seorang bek yang entah gimana tahu-tahu ada di depan padahal bukan dalam situasi bola mati.

“Hari ini kami menang melawan lawan yang sulit. Kami mempunyai kekuatan yang dibutuhkan untuk berjuang hingga menit terakhir. Para pemain sangat berani dan keyakinan membuat gol kedua itu mungkin terjadi,” ujarnya dikutip dari Detik.

Argentina benar-benar sudah lolos dari lubang got. Kini nyawa mereka sudah ditunggu oleh juara Dunia 1998, Prancis.

Main photo: Centediario.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here