Barcelona mengalami kekalahan 0-2 dari Sevilla di semifinal leg pertama Copa del Rey tadi malam. Kekalahan ini kian berat bagi Barca lantaran mesti menang dengan skor minimal tiga gol seperti 3-0, 4-1, 5-2, 6-3, 7-4, 8-5, 9-6 dst.

Barca sebenarnya main cukup agresif di laga ini. Dari awal mereka sudah ingin mencetak gol. Ya namanya main bola pasti semua tim ingin mencetak gol.

Cuma kadang keinginan itu tidak sebanding dengan usaha dan keberuntungan. Ada saja rintangannya. Salah satunya Sevilla memakai kiper bernama Yassine Bounou. Coba kalau tidak ada kiper, pasti Barca tak menemukan rintangan dan mudah mencetak gol.

Beragam peluang dimentahkan Bounou. Mulai dari situasi one on one dengan Lionel Messi, lalu peluang-peluang lainnya dari teman-temannya Messi.

Messi sendiri saja tercatat membuat tujuh tembakan tapi tak ada yang masuk ke gawang. Mungkin di leg kedua, gawang di Camp Nou bisa dibuat agak lebih lebar supaya lebih mudah masuknya.

Messi yang biasanya mantul alias mantap betul, di laga ini jadi mandul. Dari ‘mantulita’ berubah jadi ‘mandulita’.

Sevilla justru bisa memanfaatkan serangan dengan efektif. Yang bikin gol justru bek tengah mereka bernama Jules Kounde. Dia ini anaknya aktif, bund.

Sevilla lagi build up serangan, tahu-tahu dia ikutan naik, lalu dapat bola dan dengan mudahnya menggiring bola melewati tiga pemain Barca. Mungkin pemain Barca ini rada menyepelekan. Biasanya seorang bek tengah enggak punya skill yang mumpuni. Pasti gampang dipatahkan.

Ternyata malah pertahanan Barca yang patah. Dia bisa merangsek sampai ketemu Marc Andre Ter Stegen sekaligus membobol gawangnya. Seolah Kounde ini mengajari Messi begini caranya mencetak gol.

https://twitter.com/RealistGlizzy/status/1359599951383298056

Kounde pun tak menyangka bisa mencetak gol seperti itu. Mungkin dia merasa dirinya jadi seperti Messi.

“Pada awalnya saya menggocek bola sedikit, tetapi blok mereka mmeudahkan saya mendapat bola lagi,” kata Kounde dilansir BolaSport.com dari Football-Espana.

“Lalu saya gocek dan bisa cetak gol. Saya tahu penyelesaian akhir saya baik.”

Di babak kedua, Sevilla tambah gol lagi dari mantan lawannya, Ivan Rakitic. Pada menit ke-85, Sevilla sukses mencetak gol lewat skema serangan balik. Rakitic mungkin nafsu ingin menyakiti mantannya, jadi dia ogah mengoper bola ke temannya, jadi disikat sendiri.

Rakitic pun menepati janjinya untuk tidak berselebrasi jika mencetak gol ke gawang Barca. “Saya tidak akan merayakan gol melawan Barcelona. Saya akan selalu memegang itu,” ujar Rakitic saat sebelum laga dikutip dari AS.

“Saya menjalani banyak momen indah di sana. Putri kecil saya lahir di Barcelona. Saya memiliki banyak teman di kota itu, serta banyak cinta dari pada fan yang saling berbalas dengan para pemain,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here