Lionel Messi akhirnya mendapatkan trofi internasional untuk negaranya, Argentina. Setelah lama ditunggu-tunggu, setelah melalui empat laga final, setelah melalui enam edisi Copa America, akhirnya trofi itu datang juga kepadanya.

Argentina berhasil menjuarai Copa America usai menundukkan tuan rumah Brasil 1-0. Skornya tipis saja, tidak perlu banyak-banyak. Namun skor itu mampu dipersembahkan rekan-rekannya Messi untuk Messi.

Memang kalau dilihat secara humanis, sangat disayangkan pemain sebesar Messi belum mendapatkan gelar apapun di level negara. Cristiano Ronaldo saja sudah dua kali. Ini yang selalu bikin ribut.

Messi memang paling banter menang bersama Barcelona. Itu juga waktu masih terbantu oleh zamannya Xavi dkk. Di Argentina, Messi tampak “jago sendiri”, soliditas tim tampak kurang.

Untunglah, teman-temannya Messi ini tahu diri. Mereka punya tekad kuat membantu sang kapten menjuarainya. Jadi tidak apa-apa “Messi lagi Messi lagi”. Seolah-olah, dapat bola selalu diberikan Messi. Mentang-mentang GOAT juga tidak begitu juga kali.

Messi juga tidak bisa meraih gelarnya itu kalau tidak ada rekan-rekannya bernama Angel Di Maria, Lautaro Martinez, Emiliano Martinez, hingga Rodrigo De Paul.

Pertandingan ini berjalan cukup keras, kasar, meski tak sampai cabul dan tak terjadi pelecehan seksual. Baru berjalan 20 menit, Argentina mencetak gol semata wayangnya lewat Angel Di Maria.

Di Maria menerima umpan LDR yang cukup cermat dari De Paul, Renan Lodi gagal mengantisipasi dengan baik. Bola pun digantung oleh Di Maria melewati kiper Ederson. Bola saja bisa digantung, apalagi kamu. Eaa. Tapinya digantung pakai tali.

Di babak kedua, Brasil terus menyerang. Mereka sempat mencetak gol tapi hasilnya cuma offside. Beberapa kali serangannya mentok di kiper. Beruntung sekarang Argentina punya kiper bagus bernama Emi.

Argentina punya satu peluang emas di akhir laga saat Messi sudah berhadapan sama kiper Ederson. Namun bukannya ditendang, malah mau digocek. Akibatnya malah kepeleset. Coba tuh kalau habis itu Brasil bikin gol penyeimbang, lalu pas adu penalti kalah. Apa enggak nangis darah campur nanah itu Messi.

Peluit akhir dibunyikan, Messi dan fanboy-nya akhirnya bisa teriak lega kegirangan. Semua pemain memeluk Messi. Luar biasa perjuangan pemain yang satu itu.

Selamat ya, Messi! Anda layak mendapatkannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here