Setelah drama dua episode, Lionel Messi akhirnya memutuskan untuk bertahan di Barcelona. Setidaknya sampai semusim ke depan. Hal itu dipastikan oleh Barcelona dan Messi sendiri.

Dalam twitternya Barca, terlihat foto Messi pakai seragam musim 2020/21. Itu artinya, Messi masih terdaftar sebagai “mahasiswa” Barcelona untuk dua semester ke depan.

Messi juga memberikan ketegasannya melalui sebuah wawancara mendalam dengan Goal di sebuah rumah mewah, dengan hanya menggunakan celana kolor warna merah dan sandal jepit bukan Swallow. Belum diketahui lebih mewah mana bila dibandingkan dengan rumahnya Sule.

Dalam wawancara itu, Messi menumpahkan semua perasaannya. Deep banget pokoknya.

Messi yang tak pandai berbahasa Papua itu akan menghormati kontraknya di Barcelona sampai selesai. Dia tidak mau menghadapi Barca di pengadilan cuma gara-gara putus kontrak sepihak. Bagaimanapun, Messi tidak mau durhaka sama “orang tua”-nya.

https://twitter.com/FCBarcelona/status/1301961041245605891

Ayah Messi yang bertindak sebagai agen juga menyarankan demikian. Bahkan Haji Ismed Sofyan pun juga menyarankan untuk bertahan. Ternyata saran kedua orang itu mungkin didengar Messi.

Pria asal Argentina itu, resmi bertahan semusim ke depan. Ruginya Barca, siap-siap ditinggal Messi musim depan dengan status gratisan, tanpa dapat uang sepeserpun.

Berikut kutipannya seperti dilansir Goal:

“Saya sudah bilang kepada klub, termasuk kepada presiden, bahwa saya ingin pergi. Saya sudah memberi tahu dia [tentang rencana hengkang saya] di sepanjang tahun ini.”

“Saya percaya inilah waktu bagi saya untuk menyingkir. Saya percaya klub ini butuh pemain yang lebih muda, pemain baru, dan saya berpikir masa-masa saya di Barcelona sudah selesai. Saya merasa sangat menyesal, karena saya selalu berkata bahwa saya ingin mengakhiri karier saya di sini.”

“Ini adalah tahun yang sangat sulit. Saya banyak menderita di sesi latihan, pertandingan, dan ruang ganti. Segalanya menjadi sangat sulit bagi saya, lalu ada suatu waktu di mana saya mempertimbangkan untuk mencari ambisi baru.”

“Keinginan itu tidak muncul karena hasil Liga Champions melawan Bayern. Tidak. Saya sudah memikirkan hal itu sejak lama.”

“Saya bilang kepada presiden, dan presiden selalu berkata bahwa di akhir musim saya bebas untuk memutuskan apakah ingin pergi atau bertahan. Namun pada akhirnya, dia tidak menepati omongannya.”

“Selama bertahun-tahun, saya sudah bilang kepada presiden bahwa saya ingin pergi, karena saya merasa sudah waktunya untuk mencari tujuan dan arah baru dalam karier saya. Lalu dia menjawab, ‘Kita akan bicarakan nanti, jangan sekarang, ini dan itu’, Namun kenyataannya, tak ada apa-apa. Presiden tidak memberikan saya petunjuk apa pun.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here