Barcelona sukses menghempaskan Dynamo Kiev dengan skor 4-0 dalam lanjutan babak grup Liga Champions. Barca sukses dengan hasil tersebut meski tanpa seorang Lionel Messi.

Messi memang tidak dimainkan sama sekali di laga ini. Bahkan namanya juga tak ada di bangku cadangan. Entah lagi kurang sehat atau memang sengaja diistirahatkan oleh Ronald Koeman biar tidak capek lagi.

Namun, hasil 4-0 seperti itu jadi serba salah macam lagunya Raisa. Di babak pertama, Barca memang buntu banget. Sama sekali tidak bisa mencetak gol ke gawang Kiev.

Di situlah cibiran-cibiran mulut b*ngsat netizen bermunculan. “Tanpa Messi Barca susah menang”, “Messi-sentris”, “Barca bisa apa tanpa Messi”, dsb.

Namun di babak kedua mereka mengamuk. Sergino Dest membuka keunggulan lewat tendangan tidak terlalu kencang tapi terarah dan terukur sekaligus mencetak gol pertama bagi klub barunya itu.

Berikutnya Martin Braithwaite yang mencetak gol memanfaatkan umpan sundulan bek muda Oscar Mingueza dalam situasi tendangan sudut. Braithwaite ogah berhenti sampai di situ. Dia mencetak gol lagi dari titik penalti.

Mumpung tak ada Messi, dia lah yang mau ambil penalti saat mendapatkan voucher gratis dari wasit. Kalau ada Messi, sudah pasti sang dewa yang bakal menendang penalti.

Terakhir Antoine Griezmann yang menggenapi kemenangan Barca jadi 4-0 lewat tendangan bagus tapi tidak spesial-spesial amat.

Di sinilah muncul lagi cibiran netizen. Barca bisa menang 4-0 tanpa Messi. Mereka memandang berarti selama ini yang bikin Barca susah menang ini gara-gara Messi. “Lawan Dynamo ada Messi cuma menang 2-1, enggak ada Messi menangnya 4-0.” Begitulah kira-kira.

Pokoknya serba salah.

Tanpa hadirnya Messi, para pemain Barca dianggap main lebih lepas. Griezmann saja sampai bisa mencetak gol. Lalu pemain-pemain muda macam Braithwaite dan Dest juga bisa bikin gol.

Mungkin kalau ada Messi, para pemain Barca ini jadi kagok. Berasa main sama orang jago kadang serba salah. Takut diomeli, takut bikin dia kesal, dan rasa takut lainnya. Yah namanya juga bang jago.

Meski demikian, fans Barca ini juga pandai mem-framing. Kalau dari sudut pandang mereka, jelas bahwa ini poin yang sangat bagus. Sekaligus membuktikan tanpa Messi saja bisa menang besar. Tidak ada itu namanya Messi-sentris.

Apapun pandangan orang memang selalu salah. Apalagi di mata netizen yang budiman. Koeman pun bergerak maju saja, pakai kacamata kuda tak usah lihat kanan-kiri.

“Kami sudah mencapai tujuan kami, mendapatkan hasil bagus dan lolos ke 16 besar. Tim ini menunjukkan energi meski kurang efektif di babak pertama,” ujar Koeman.

SHARE
Previous articleChelsea Jadi Tim Pertama Lolos 16 Besar UCL Mode Corona
Next articleJuve Nyaris Buntung Akhirnya Menang di Ujung
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here