Sebuah penalti yang diberikan wasit kepada Napoli pada laga melawan Fiorentina, menuai kontroversi sebab Dries Mertens dianggap melakukan aksi menyelam a.k.a diving. Meski demikian sang pemain dipastikan tetap aman dari sanksi.

Laga itu sendiri berjalan dengan sangat seru setelah kedua tim saling susul menyusul di papan skor. Jago sekali dua-duanya saling menyalip. Mungkin habis ditatar sama Marc Marquez dan Valentino Rossi.

Tapi sebuah momen yang cukup menimbulakan kontroversi terjadi di akhir babak pertama. Kala itu kedudukan sedang berimbang 1-1 untuk kedua tim.

Dries Mertens yang berada di dalam kotak penalti, tiba-tiba terjatuh saat akan berebut bola. Macam ditekel hantu saja. Mungkin sensitivitasnya sedang dinaikan sampai 90 persen. Jadi sentuhan sedikit saja bisa sangat terasa oleh Mertens. Sebab pada tayangan ulang terlihat bahwa ia tidak mendapat kontak fisik sedikit pun.

Aksi yang tidak cukup bagus sebenarnya. Aktingnya paling-paling hanya sekelas FTV-FTV di SCTV saja. Kalah jauh sama Neymar yang mungkin kelasnya sudah sampai nominasi Oscar kalau ‘berakting’.

Tapi meski aksi menyelam a.k.a diving dari Mertens ini jelek, tapi wasit sampai tertipu juga. Tanpa mempertimbangkan untuk melihat VAR, wasit dengan pasti langsung menunjuk titik putih.

Penalti akhirnya dapat dituntaskan dengan baik oleh Lorenzo Insigne yang membuat kedudukan menjadi 2-1. Laga itu sendiri akhirnya berakhir dengan kedudukan 4-3 untuk kemenangan Napoli setelah 90 menit.

Meski aksi Mertens menimbulkan kontroversi, namun seperti dilansir dari Detik, FIGC memutuskan untuk tidak menindaklanjuti insiden tersebut.

Hal ini membuat Mertens dipastikan aman dari sanksi FIGC serta bisa membela Napoli pada laga besar melawan Juventus pekan depan.

Mantan wasit Serie A, Nicola Rizzoli, memberi peringatan para pejabat Serie A bahwa kejadian semacam itu tak boleh terjadi lagi.

“Ada sesuatu yang tidak berhasil dalam kolaborasi antara wasit dan VAR. Itu adalah kesalahan yang harus diperbaiki dan tidak bisa terjadi lagi,” kata Rizzoli seperti dikutip dari Topskor.

“Tidak ada keraguan bahwa seorang pelatih memainkan siapa pun yang dalam kondisi terbaik, dan langkah-langkah yang kami akan ambil dengan menempatkan para pejabat kami pada posisi terbaik untuk memimpin.”

Main photo: scmp.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here