Oleh: Bayu Budi P.

Dalam menyambut bursa transfer, klub tentu merayakannya dengan berburu pemain walau tak harus pakai senjata crossbow yang tak terlalu diminati pada game Pabji. Beruntung bagi klub yang punya pemilik dengan kekayaan hingga tujuh turunan pasti tak kesusahan belanja pemain.

Namun bagaimana jika sebuah klub dimiliki oleh orang yang terlibat hutang tapi mampu mendatangkan pemain? tentunya tak pakai guna-guna sambil nyanyi Mbah Dukun, “Tolong jampe-jampekan aku agar si Lela semakin cinta padaku.

Entah kebetulan atau memang sedang cocoklogi, namun di jeda transfer ini pergerakan 3 klub berjersey merah memang cukup menarik perhatian, yakni Manchester United, Guangzhou Evergrande dan AC Milan.

Merah yang artinya “berani” bisa berganti menjadi “berhenti” jika kita mengacu pada pedoman lampu lalu lintas seakan masuk dalam jiwa setiap klub ini. Mereka dengan berani membeli pemain yang kalau bertanding di lapangan harus menggunakan sepatu dulu, padahal di Indonesia bermain ala “ceker” sudah biasa. Mulai dari anak-anak, remaja bahkan anak yang baru sunat pun dapat melakukannya

Mengawali awal musim yang buruk dan cenderung ngeden, mungkin ini lah yang dialami Guangzhou Evergrande. Meskipun berstatus juara bertahan di kartu tanda pengenal pada beberapa musim lalu, tapi perjalanan musim ini memang sungguh menyakitkan sesakit PDKT lama namun tak kunjung jadian.

Klub sekelas Guangzhou Evergrande dikalahkan anak bawang yakni Dalian Yifang dengan skor 0-3 padahal Dalian merupakan penghuni zona merah dalam klasemen Liga China. Wajar begitu ada jeda transfer langsung ngebut layaknya pelajar yang sedang membatik saat sedang extra time ujian.

Untuk memperbaiki performa klub mengamankan Fabio Cannavaro agar terhindar dari surat PHK demi mencegah bertambahnya pengangguran di negeri tirai bambu tersebut. Dua pemain berhasil digaet meski tanpa mengeluarkan uang sedikitpun (baca: pinjam), yakni Anderson Talisca yang sempat diincar MU.

Yang satu lagi adalah mantan pemain sendiri, yakni Paulinho dengan status pinjaman satu musim tanpa angsuran di muka apalagi uang pelicin dengan opsi pembelian di akhir musim.

Sudah ketahuan di sini bahwa Guangzhou merupakan tipe-tipe susah move on, yang sok-sok hapus foto mantan di IG tapi masih simpen di dompet atau di folder tersembunyi di HP.

Dengan beribu alasan, Barca mencoba memutuskan ikatan dengan Paulinho. Mungkin karena memang horoskop Barca yang Sagitarius di mana berdasarkan ramalan Vemale hari ini (10 Juli) jika couple berarti “Bayang-bayang orang ketiga sedang menghantuimu”.

Sedangkan Paulinho yang berhoroskop Cancer di mana jika couple berarti “Belajarlah untuk lebih mengalah pada pasangan” yang memang berhubungan bisa jadi penyebabnya. Selain itu, terdengar gosip meski tak harus klarifikasi ke mbak Fenny Rose atau masuk ke IG Lambe Serah, bahwa keinginan Barca memberi tempat pada Arturo Melo untuk menyegarkan lini tengah Barca setelah ditinggal Andres Iniesta.

Percaya atau tidak kata orang ketiga pada ramalan milik Barca bisa jadi merupakan Arturo Melo itu sendiri sedangkan pada ramalan Paulinho yang lebih mengalah bisa jadi indikasi bahwa Barcelona sudah tak butuh Paulinho lagi. Sepertinya perpindahan Paulinho musim lalu bukan hanya untuk kebutuhan tim melainkan untuk Panjat Sosial.

Main photo: Diario


Bayu BudiBayu Budi P.

Pelajar yang ikut SBMPTN

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here