Laju Liverpool menjaga rekor sempurna 100 persen akhirnya terhenti. Tim asuhan Juergen Klopp itu dihentikan lajunya oleh tim yang sedang cupu, Manchester United disingkat “MU” atau dibaca “Emyu”.

Banyak yang memprediksi MU bakal dibantai dan di-ayam-ayam-in oleh Liverpool di laga ini. Bahkan ada yang bilang MU cuma lawan latihan saja. Tega banget. Shombhong-nya bukan main.

Tapi ya maklum saja, “The Reds” lagi superior banget. Kebobolannya pun paling sedikit. Namun, justru MU yang berhasil menghentikan gas ngebut gigi lima mereka di laga kesembilan.

Padahal, “Setan Merah” ini terbilang lagi lucu-lucunya. Macam anak usia dua-tiga tahun. Segala tingkahnya dianggap lucu. Apalagi pada laga ini mereka tanpa beberapa pemain kunci, Paul Pogba, Jesse Lingard, Luke Shaw, dan tentu saja ‘Lord’ Phil Jones.

MU lagi jadi bulan-bulanan musim ini, soalnya lagi coba merasakan nikmatnya jadi tim medioker. Mereka baru menang dua kali doang. Pelit banget kayak pedagang kelontong, enggak bisa ditawar.

Namun, hasilnya lumayan bagus buat MU. Bahkan justru Liverpool yang terpaksa menahan imbang jadi 1-1, alias hampir kalah jika Adam Lallana yang bukan saudaranya Adam Jordan apalagi Adam Stardust, mencetak gol beberapa menit jelang laga berakhir.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1185970319581777921

MU memang unggul lebih dulu lewat gol Marcus Rashford pada menit ke-36. Umpan silang Daniel James yang seenak rendang sukses ditendang oleh Rashford.

Sadio Mane yang disingkat jadi Saman memang sempat menyamakan kedudukan hanya delapan menit setelah kebobolan. Cuma sayang, golnya dianulir karena kedapatan handball. Jadi tetap tak dihitung.

Liverpool mencoba menyerang lagi di babak kedua tapi kok rasanya tumpul macam ujung sesuatu yang ada di sebelah paha laki-laki, yakni tongkat hansip. Tidak ada serangan berarti ke gawang De Gea. Mungkin karena tidak hadirnya sosok Mohamed Salah di laga ini.

Beruntung, Klopp memasukkan Lallana di babak kedua. Dia lah yang menyelamatkan wajah Liverpool dari kekalahan oleh tim medioker.

Sebuah umpan tarik menyilang dari kiri ke kanan Andy Robertson mampu menemukan kaki Lallana yang lari coming from behind. Gol tinggal cebok tapi lumayan efektif buat menyamakan kedudukan. Skor 1-1 akhirnya selesai, memutus performa 100 persen mereka.

Klopp rada kesal dengan hasil ini, terutama melihat gaya main MU yang defensif banget. Padahal ya enggak kenapa-kenapa juga, masak mesti maksa lawan main menyerang. Enak banget kalau begitu caranya, lawan bisa diatur-atur.

“Faktanya memang begitu tiap kami datang kemari. Tahun ini, tahun lalu, tahun sebelumnya juga, mereka hanya main bertahan. Tapi ini bukan kritik, hanya menyampaikan fakta,” kata Klopp dikutip Tempo.

Sedangkan Solksjaer, juga menyayangkan gol Liverpool itu terjadi. Harusnya umpan silang mereka bisa diantisipasi dengan baik. Tapi bagi MU, hasil ini sudah sangat bagus. Ada tim peringkat 12 bisa tahan imbang peringkat satu. Ya bagus lha.

“Umpan silang itu seharusnya bisa diblok atau disapu. Hal-hal semacam ini melawan tim-tim bagus membuat Anda membayar sesuatu, dan itu membuat kami membayar dengan dua poin hari ini,” ujarnya dikutip Detik.

“Tapi ini performa bagus untuk dibawa ke depan. Agresi, sikap, dan gairah para pemain terlihat fantastis. Pressingnya, kami semakin baik melakukannya. Fans juga luar biasa.”

Main photo: @UtdChi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here