Nasib AC Milan yang sempat terkatung-katung tidak jelas macam umbul-umbul bekas 17-an akhirnya kini menemui kejelasan. Sebelumnya “Rossoneri” bermasalah sebab pemilik Yonghong Li tidak jelas bagaimana melunasi utang-utangnya yang segera jatuh tempo.

Akibat tidak bisa bayar utang, untungnya Milan tidak diberhentikan di jalan oleh orang-orang berbadan tegap yang sering nongkrong saat kemacetan. Milan pun kini harus menerima konsekuensi yaitu disita oleh Elliott Management.

Seperti yang diketahui bahwa uang yang didapatkan Yonghong Li saat membeli Milan bukan uangnya sendiri. Bukan juga dapat dari Kanjeng Dimas. Saat itu Li ternyata meminjam uang kepada Elliott Management untuk menebus Milan dari Silvio Berlusconi.

Tak hanya pinjam uang untuk mengakuisisi Milan, Li juga kembali meminjam uang untuk mendanai transfer pemain. Bukan hanya satu pemain saja, tapi total hingga 11 pemain yang didatangkan musim panas lalu. Uang yang Li pinjam ke Elliott pun mencapai 303 juta euro.

Utang jangka pendek dengan bunga yang tinggi itu sebagian jatuh tempo pada bulan lalu. Sedangkan sisanya akan jatuh tempo pada bulan Oktober mendatang. Apabila ditotal bersama bunga pinjaman yang tidak ada harum-harumnya, Milan harus membayar kurang lebih 350 juta euro.

Memang sepertinya pembelian Milan ini sudah salah strategi dari awal. Selain performa Milan ternyata melempem dan berakhir di peringkat enam. Pemain-pemain yang mereka beli pun ternyata juga tak membantu dari penjualan jersey ori maupun KW Tanah Abang.

Padahal dengan uang begitu banyak andai mereka beli satu pemain yang hebat pun pasti bisa membantu keuangnan klub. Coba mereka beli Ronaldo lebih dahulu daripada Juventus. Lihat saja kini website Juventus dikabarkan sampai mengalami gangguan untuk pembelian jersey Ronaldo.

Pada bulan lalu, Li seharusnya membayar utang ke Elliott dan memasukkan uang ke kas Milan untuk menaikkan modal sebesar 32 juta euro.

Perjanjian awal memang menyebutkan bahwa apabila Milan gagal untuk melunasi utang pada jangka waktu yang ditentukan, Elliott bisa menyita Milan melalui perusahaan induknya yaitu Rossoneri Sport Investment Lux.

Setelah mengambil kendali Milan, visi Elliott kini berusaha untuk menciptakan stabilitas finanasial serta menciptakan manajemen keuangan yang lebih baik. Mereka juga akan menjalankan Milan sesuai dengan regulasi Financial Fair Play UEFA.

Jika dilihat dari langkah yang akan diambil oleh Elliott, jelas mereka akan menjadikan Milan sebagai bisnis yang lebih menguntungkan dibandingkan jadi kartel tanaman palawija.

Meski menjalankan sebuah klub sepak bola tidak semudah masak air yang jarang sampai hangus, namun Elliott tampaknya sudah siap untuk mewujudkannya. Mereka dikatakan siap untuk mengucurkan dana untuk operasional Milan.

Sebagai langkah awal, Elliott berencana untuk mengucurkan 50 juta euro dalam bentuk penyertaan modal untuk menstabilkan keuangan klub. Pendiri dan pemilik Elliott yaitu Paul si penyanyi alias Paul Singer itu memberikan komentar. Paul kini menjabat sebagai Co-CEO dan Co-CIO Elliott Management.

“Dukungan finansial, stabilitas, dan pengawasan yang benar adalah syarat penting untuk mencapai sukses di lapangan serta pengalaman kelas dunia bagi fans. Elliott siap menghadapi tantangan untuk mewujudkan potensi klub dan mengembalikannya ke puncak klub-klub sepak bola Eropa, tempat klub yang seharusnya. Elliott juga percaya bahwa Milan adalah sebuah peluang untuk menciptakan nilai lebih,” urai Singer.

Main photo: acmilan.theoffside.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here