Inter Milan akhirnya bisa kembali meraih kemenangan besar setelah membantai Cagliari lima gol dengan balasan satu. Meski bermain di kontrakannya Cagliari, tak membuat Mauro Icardi dan kawan-kawan malu-malu.

Namanya bertamu memang biasanya malu-malu. Ada rasa enggan jika ditawari sesuatu. Tapi di partai Seri A kemarin, Cagliari malah menawarinya banyak gol. Meski bertamu, Inter tidak malu-malu dan pandang bulu. Tawaran banyak gol langsung disambarnya dengan baik dan penuh kasih sayang.

Shower gol dibuka oleh Ivan Perisic yang menerima umpan dari Ever Banega yang membuat prahara rumah tangga Cagliari berantakan. Banega yang kasih asis kemudian gantian dengan mencetak gol kedua lewat tendangan bebas rasa teh manis suguhan tuan rumah.

Cagliari sempat memperkecil ketinggalan lewat sundulan biasa-biasa saja dari Marco Borriello. Namun, Inter malah mencetak tiga gol tambahan yang membuat bek-bek Cagliari pasrah dan tergolek lemas lunglai tak berdaya.

Perisic kembali menciptakan gol setengah placing sebelum ditambah lagi oleh Mauro Icardi dari titik penalti dan pemain baru, Roberto Gagliardini. Gagliardini juga meski masih baru, ternyata tidak canggung layaknya mantu baru. Dia begitu pede melepaskan tendangan tanpa alasan untuk masuk ke gawang Cagliari yang hanya dijaga satu kiper itu.

Kemenangan besar ini merupakan kemenangan yang sudah lama dinantikan para fans Inter, baik yang ada di Italia maupun yang ada di Sulawesi Utara. Kemenangan “I Nerazzurri” di atas empat gol terakhir kali diperoleh saat mengalahkan Udinese 4-0 di Stadion Friuli, 13 Desember 2015 silam. Kurang lebih sudah dua tahunan kayak lama hubungan Tyas Mirasih dengan Raiden Soedjono.

Namun, kemenangan tandang ini masih belum mengalahkan rekor mereka sendiri saat mencukur bulu ketiaknya Sassuolo 7-0 di Stadion Mapei. Itu merupakan kemenangan tandang terbesar Inter di Seri A sejak mereka berdiri sejak zaman pergerakan nasional Budi Oetomo.

“Memang tak dapat disanggah lagi kalau kami memasang target besar di laga ini. Kami sudah banyak berbenah memperbaiki kesalahan dari laga-laga sebelumnya,” ujar pelatih Stefano Pioli, sok merendah, dikutip dari Sky Sports.

Meski menang besar, posisi Inter tetap belum bisa meraih lima besar. Mereka hanya terpaut satu angka dari Atalanta dan dua angka dari Lazio. Namun untuk mengejar Napoli masih rada sulit karena berbeda empat angka. Apalagi bermimpi mengejar Juventus yang bedanya 16 poin.

Main photo credit: Sportal.co.nz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here