Indonesia harus mengakui keunggulan negara asal DJ Katty Butterfly ketika menjalani pertandingan persahabatan. Pada laga yang digelar di Stadion PTIK tersebut, “Garuda Muda” harus takluk atas tamunya dengan skor 1-2. Meski kalah, timnas Indonesia U-23 tersebut kini telah menunjukan progres ke arah yang semakin baik yaitu sudah bisa mencetak gol.

Berkaca pada laga yang telah dijalani timnas U-23 di PSSI Anniversary Cup, kini mereka patut sedikit berbangga hati. Sebab pada turnamen tersebut, timnas tercinta kita belum mampu untuk membuat jalan lawan bergoyang sekalipun dari tiga kali pertandingan. Walupun belum meraih pencapaian positif, setidaknya lini depan Indonesia kini bisa lebih padu.

Pada pertandingan tersebut ada dua wajah baru yang nampak di lapangan. Wajah baru yang bukan didapat hasil flash sale jelang lebaran tersebut adalah Riko Simanjuntak serta Alberto Goncalves.

Skuat Luis Milla bahkan sempat unggul terlebih dahulu sampai akhirnya justru dibalap dengan dua gol. Meski bertajuk laga uji coba, kedua tim bermain tidak sekedar coba-coba. Buat anak saja jangan coba-coba kalau kata Titiek Puspa. Apalagi kalau belum menikah. Baik Indonesia maupun Thailand bermain serius di laga itu.

Indonesia yang menggunakan seragam berwarna merah lantas tak disamakan warnanya oleh Thailand. Meskipun akan lebih menantang, tetapi jadi lebih sulit untuk membedakan mana lawan dan mana kawan. Kedua tim juga sepertinya tidak saling mengobrol sepanjang pertandingan.

Timnas Indonesia langsung melakukan serangan bertubi-tubi sejak awal pertandingan. Alhasil, kiper Indonesia jadi jarang terlihat sepanjang 25 menit pertama. Kasihan sekali padahal tayang di TV Nasional.

Sayang berbagai peluang yang dihasilkan Indonesia belum cukup untuk memaksa kiper Thailand memungut bola dari gawangnya. Babak pertama masih berakhir imbang 0-0.

Babak kedua baru berjalan tiga menit, Indonesia akhirnya berhasil mencetak gol. Umpan dari Beto ke tengah kotak penalti tanpa ragu langsung disambar oleh Septian David Maulana. Meski golnya tidak mendapat predikat “jebret” namun tetap dihitung untuk keunggulan Indonesia 1-0.

Namun keunggulan Indonesia tersebut tidak bertahan lama seperti cinta Rose kepada Jack di film Titanic. Hanya selang enam menit, Thailand mampu membalas. Memanfaatkan kemelut dan kericuhan yang terjadi di depan gawang Indonesia, Samsern Liamwatthana tidak lantas menonton kemudian merekam menggunakan handphone. Bola liar langsung ditendangnya yang membuat kedudukan sama kuat 1-1.

Satu menit jelang laga usai Indonesia malah kecolongan. ‘Malingnya’ adalah Tanasith Siripala yang beruntung tak dilaporkan ke pihak berwajib. Berawal dari serangan balik, Siripala menusuk dari sisi kanan hingga akhirnya berhasil mencetak gol. Hingga pertandingan berakhir, skor 1-2 bertahan  untuk kemenangan Thailand.

Luis Milla mengaku ada hal yang harus dikoreksi sebab Indonesia gagal mencetak gol lebih banyak meski unggul jumlah peluang.

“Pertandingan tadi saya bisa simpulkan ada konklusi yang baik. Kami memiliki banyak peluang. Tapi masih ada hal yang harus dikoreksi. Kami bisa mencetak gol, tapi lawan bagus mereka bermain lebih baik,” kata Milla seusai laga dikutip dari Detik.

https://twitter.com/FootballTribeID/status/1002224690419544064

Main photo: Liputan6.com


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here