Per Mertesacker dan Santi Cazorla tak lama lagi bakal jadi “dosen” pembimbing di Arsenal. Hal itu diungkapkan langsung oleh sang Kepala Program Studi di Fakultas Arsenal, Arsene Wenger.

Mertesacker dan Cazorla bakal diperpanjang kontraknya meski cuma satu tahun. Maklum, dua pemain itu memang hobi banget makan gaji buta alias cedera.

Mertesacker sudah absen sejak 21 Juli 2016, melebihi masa libur kuliah di universitas negeri. Sedangkan Cazorla cedera engkel sejak Oktober. Sepertinya keduanya perlu berobat di tukang urut Cimande atau Haji Naim biar cepat sembuh.

Namun, Wenger rupanya masih iba dengan kedua pemainnya itu. Dia masih punya welas asih bagai Tong Sam Chong yang suka kasihan sama para pengemis tua di film Kera Sakti. Itulah kenapa Mertesacker dan Cazorla masih tetap dipertahankan hingga satu tahun ke depan.

Lebih dari itu, Wenger malah berniat menjadikan mereka sebagai “dosen” pembimbing alias jadi pemain yang ditugaskan untuk membimbing para pemain muda. Kalau di game Football Manager, istilah ini namanya Tutor. 

Pelatih yang sudah lama menangani Arsenal sejak zaman Presiden Soeharto itu mengaku masih membutuhkan tenaga kedua pemainnya itu. Mertesacker dan Cazorla memang jadi salah satu pemain yang dituakan karena keduanya sudah berusia 32 tahun.

Kalau di kampung-kampung, Mertesacker dan Cazorla selalu mendapat waktu sambutan lebih dulu setelah RT, RW, dan lurah setempat.

“Kehadiran keduanya sangat penting membimbing mental pemain muda. Sebab, kami harus memiliki keseimbangan antara pemain muda dan pemain berpengalaman,” ungkap Wenger, dikutip dari Bola.com. 

Mertesacker memang salah satu pemain senior di skuat “The Gunners” saat ini. Dia bergabung ke klub London itu sejak 2011. Sedangkan Cazorla satu tahun lebih telat dari Mertesacker, mungkin karena dia gagal UN makanya jadi beda angkatan sama Mertesacker, padahal umurnya sama.

Mertesacker dan Cazorla juga punya pengalaman segudang, terutama prestasi bersama tim nasional masing-masing. Mertesacker sukses bawa Jerman jadi juara dunia pada 2014 lalu. Sedangkan Cazorla dua kali bawa Spanyol jadi juara Eropa pada 2008 dan 2012.

Itulah mengapa, kedua pemain tua itu diminta untuk menatar junior-juniornya yang masih punya mental tempe alias belum ada pengalaman bermain di level kelas dunia.

Sayang beribu sayang, keduanya belum sempat membawa Arsenal meraih gelar liga lokal, apalagi Liga Champions. *tamat

Credit Photo: Goal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here