Sergio Busquets lagi rada sensitif belakangan ini. Padahal tidak mungkin dia dapat PMS. Kecuali memang jika dia ternyata sejenis Hermaprodit macam Lucinta Luna yang bisa melakukan reproduksi seorang diri.

Ia mengatakan bahwa dirinya sekarang merasa terpinggirkan dan hanya dipandang sebelah mata di Barcelona. Krisis eksistensi melanda dirinya macam para filsuf Yunani zaman dahulu yang sepertinya mempertanyakan kehidupan dimulai dari banyak bengong di bawah pohon.

Busquets mengaku butuh pengakuan lebih tentang dirinya sebagai salah satu pilar Barcelona. Ia mengatakan bahwa gelar untuk tim penting, namun tidak menampik dirinya juga butuh pengakuan dirinya sebagai individu.

Sekilas memang rada narsis atau haus pujian si Busquets ini. Namun, hal yang wajar kalau gelandang yang hobi akting saat main bola itu butuh apresiasi lebih. Soalnya Busquets cukup berperan penting dalam memberikan banyak gelar La Liga dan Liga Champions

Namun, yang terjadi warga Barca terlalu mengelu-elukan Lionel Messi atau Andres Iniesta. Sedangkan Busquets cuma seperti karat di tiang listrik saja. Tak ada yang peduli.

“Saya lebih memilih gelar bersama tim daripada gelar individual. Tetapi, saya merasa pantas masuk dalam nominasi gelar individu,” ujar Busquets dikutip dari Liputan6.

Lagu “Antara Ada dan Tiada” dari Utopia yang menjadi soundtrack film “Di Sini Ada Setan” adalah salah satu lagu yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan dari Busquets. Rasa kurang dianggap meskipun merupakan salah satu pemain krusial menjadi alasannya.

Ia berharap kontribusinya di Barcelona lebih dilihat banyak orang dan diapresiasi lebih. Bukan seperti saat di tongkrongan yang kerjanya cuma ketawa-ketawa saja dan kurang berkontribusi.

Masalahnya memang untuk posisi bermain sekelas Busquets yang merupakan gelandang bertahan sangat jarang untuk menarik perhatian orang ketika menonton bola. Kecuali jika para DMF tersebut menggunakan seragam badut atau pesulap macam Pak Tarno. Pasti mereka akan lebih mencolok di lapangan sekalipun ada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

“Ketika kami memenangi Liga Champions, ketika kami menang Piala Dunia, ketika kami menang Piala Eropa, saya merasa menjadi bagian penting dari skuat tersebut,” ungkap Busquets.

Sedih memang mendengar cerita Busquets yang memiliki posisi sentral, namun kalah pamor dibanding teman-temannya. Asal jangan buat sensasi saja nanti dia lalu ngevlog macam Awkarin curhat ketika putus dengan pacarnya yang bernama Gaga tanpa Lady.

Busquets adalah salah satu pemain yang paling berpengaruh di Barcelona. Sejak era Pep Guardiola ia menjadi pilihan utama sebagai pengalir bola dari lini pertahanan ketika melakukan serangan. Saat bertahan pun ia menjadi pintu pertama yang bertugas menghalau serangan lawan.

Posisi pemain seperti Busquets berfungsi untuk menjaga keseimbangan permainan sebuah tim. Seperti Avatar botak saja yang menguasai empat elemen dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan alam.

Selama kariernya, pria berwajah ganteng relatif ini telah meraih tujuh gelar La Liga dan tiga gelar Liga Champions bersama Barcelona. Sementara itu ia juga mempersembahkan juara Piala Dunia dan Eropa kepada timnas Spanyol.

https://twitter.com/BarcaTimes/status/996253845276639233

Main photo: fifawallpapers.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here