Babak kualifikasi EURO 2020 sudah selesai dilakukan. Sebanyak 20 tim sudah memastikan mendapat tiket langsung untuk mengikuti ajang empat tahunan. Jelang adanya pengundian babak penyisihan grup, Kevin de Bruyne sudah melontarkan pernyataan keras.

Belgia sendiri memastikan diri lolos sebagai juara grup dengan catatan yang cukup mengesankan. Dari 10 laga yang dilalui, semuanya dilibas dengan kemenangan. Tidak mau ada ngalah-ngalahnya barang sedikit.

Mentang-mentang Belgia itu sudah seperti All-Star liga-liga top Eropa. Pemainnya jago semua. Bebas saja sih sebenarnya. Mereka mencatat rekor 100 persen seperti timnas +62 di babak kualifikasi Piala Dunia.

Tim asuhan Roberto Martinez mengumpulkan 30 poin dengan catatan mencetak 40 gol serta hanya kebobolan tiga kali saja banyaknya.

Mereka pun dipastikan lolos otomatis dari Grup I ditemani oleh Rusia yang menempati urutan kedua.

Tapi sudah timnya jago, lolos otomatis dengan catatan baik, De Bruyne masih saja menyampaikan keluhan. Namanya manusia begitu memang. Kadang tidak ada puasnya.

De Bruyne nampaknya merasa dirugikan dengan sistem baru gelaran EURO yang berpengaruh pada proses pengundian dan jatah tuan rumah.

Untuk sekadar info, pada gelaran EURO 2020, tuan rumah penyelenggara turnamen sepak bola tertinggi antar negara Eropa itu akan digelar di 12 kota dari 12 negara berbeda. Jadi ada banyak tuan rumahnya macam kos-kosan.  

Pada Grup A ada Roma-Baku (Italia, Azerbaijan), Grup B ada St.Petersburg-Kopenhagen (Rusia, Denmark), lalu di Grup C ada Amsterdam-Bukarest (Belanda, Rumania), Grup D ada London-Glasgow (Inggris, Skotlandia), Grup E ada Bilbao-Dublin (Spanyol, Republik Irlandia), dan Grup F ada Munich-Budapest (Jerman, Hungaria).

Sementara itu pengundian akan didasarkan pada pembagian pot yang ditentukan dari berbagai macam indikator. Bisa cari sendiri saja di Google, ada banyak soalnya. Terdapat empat pot yang akan dibagi ke-24 peserta yang lolos otomatis maupun play-off.

Belgia sendiri masuk ke dalam Pot 1 bersama dengan lima negara lain yaitu Italia, Inggris, Jerman, Spanyol, serta Ukraina.

Para tim yang lolos sendiri secara otomatis langsung menjadi tuan rumah jika mereka mendaftar sebagai tuan rumah. Italia (Grup A), Belanda (Grup C), Inggris (Grup D), Spanyol (Grup E), dan Jerman (Grup F).

Walau undian belum dilakukan, tapi karena adanya seeding serta peraturan yang melibatkan tuan rumah yang sedikit ribet, Belgia yang tidak lolos verifikasi untuk tuan rumah, sudah mengetahui siapa calon lawan mereka. Mereka dipastikan bergabung di Grup B bersama Rusia dan Ukraina.

Hal ini membuat De Bruyne sedikit kesal. Memang jadi tidak surprise soalnya. Ia bahkan menyebut EURO penuh kepalsuan.

“Ini sangat memalukan. Menurut saya Piala Eropa 2020 seperti kompetisi palsu. Sepakbola lama-kelamaan makin mengarah ke bisnis,” ujar De Bruyne dikutip dari Detik.

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here