Pertandingan pekan kesepuluh Premier League musim 2019/2020 mungkin jadi salah satu momen paling horror dalam benak seluruh fans ataupun pemain Southampton. Usai diobok-obok Leicester City dengan skor 9-0, para staf dan pemain “”The Saints” menyumbangkan gaji mereka untuk yayasan amal.

Memang pertandingan yang digelar di bawah guyuran hujan itu amat sangat menyeramkan. Harusnya tidak bisa ditayangkan di televisi yang seperti itu karena menampilkan kekejaman dan perundungan.

Southampton menderita kekalahan terbesar mereka sepanjang sejarah klub. Selain itu mereka juga memecahkan rekor jadi tim yang paling banyak kebobolan dalam sebuah laga kandang di Premier League.

Mungkin laga itu memang tidak begitu menyeramkan jika dibanding menonton tayangan Rumah Kuya selama 48 jam nonstop yang sepertinya adalah salah satu siksaan teberat bagi umat manusia saat ini.

Tapi tetap saja kekalahan tersebut sangat memalukan bagi sebuah klub yang memiliki sejarah panjang di tanah Britania.

Mungkin merasa bersalah dan bertanggung jawab, para pemain dan staf lantas melakukan aksi yang tidak biasa.

Kalau di negara +62 pasti banyak yang mencaci-maki dan menuduh mereka pencitraan pencitraan. Apalagi kalau yang melakukan adalah Awkarin seperti yang belakang dilakukannya di Twitter.

https://twitter.com/Bet9jaOfficial/status/1188402715048775680?s=20

Seperti dilansir Detik dari Guardian, usai kekalahan tersebut, para pemain dan staf kepelatihan Southampton diketahui bertemu dengan suporter.

Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati bahwa masing-masing pemain dan staf pelatih akan mendonasikan gaji mereka pada hari saat dikalahkan Leicester, kepada Saints Foundation.

Mantap juga. Hitung-hitung sedekah agar tim mereka bisa jadi lebih berkah ke depannya. Menurut ajaran Islam, barang siapa menyedekahkan hartanya maka akan mendapat rezeki 10 kali lipat.

Mungkin saja setelah ini, Southampton jadi dapat rezeki menang sampai 10 kali berturut-turut. Namanya juga amal.

Yayasan yang disedekahkan diketahui bekerja membantu 12 ribu anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang membutuhkan bantuan di wilayah Southampton, agar bisa mengembangkan diri dan memperbaiki taraf hidup mereka.

“Anggota tim berada di Staplewood Campus (markas latihan Southampton) pada akhir pekan lalu, berusaha memperbaiki hubungan dengan para suporter.”

“Sebagai langkah pertama, anggota tim telah memutuskan akan menyumbangkan gaji mereka pada hari pertandingan melawan Leicester kepada Saints Foundation, dalam rangka membantu kerja yang dilakukan oleh badan amal tersebut,” ujar pernyataan resmi klub dikutip dari Detik.

Southampton sendiri akan menjalani laga berat dalam dua pertandingan selanjutnya. Lepas dari mulut macan, mereka masuk mulut T-Rex. “The Saints” akan berjumpa Manchester City di Piala Liga Inggris dan Premier League.

https://twitter.com/brfootball/status/1187841135198248960?s=20

Main photo: @footyaccums

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here