Oleh: Fahmi Adlansyah

Masih ingat perhelatan Piala Dunia 2002 atau sekitar 15 tahun lalu di mana Ayu Ting Ting masih berusia 10 tahun? Piala Dunia yang diselenggarakan pertama kalinya di dua negara, yakni Korea Selatan dan Jepang.

Banyak hal menarik yang terjadi, seperti melajunya tuan rumah Korea Selatan, atau yang punya PS kalau dalam termin anak-anak komplek, sampai babak semifinal dan harus tumbang oleh Jerman kemudian dikalahkan Turki di perbutan juara ketiga.

Melajunya Korea Selatan memang kontroversial, banyak pengamat bola yang tidak mengunggulkan negeri ginseng tersebut, meski akhirnya fakta berkata lain. Faktor pelatih yang fenomenal yaitu Guus Hiddink, yang tak ada hubungan saudara dengan Gus Sholah.

Arsitek dengan ciri khas pipi chubby dan rambut putihnya ini mengubah anak asuhnya menjadi predator di lapangan hijau. Korban pertama dari keganasan Korea Selatan adalah timnas asuhan Giovanni Trapattoni, Italia.

Tepat pada tanggal 18 Juni 2002, atau sekitar dua hari lalu, Italia menjadi pesakitan saat melawan Korea Selatan (Korsel), tidak hanya digigit oleh pemain-pemain Korea, “Gli Azzurri” juga dikecewakan oleh kepemimpinan wasit bernama Byron Moreno.

Ya, publik Italia sampai tifosinya yang ada di Indonesia pasti masih ingat betul siapa itu Moreno. Wasit berwajah kebapakan tapi sok polos yang bikin Francesco Totti dan kawan-kawan tersingkir.

Kejadian aneh pertama yakni saat Korsel mendapat hadiah penalti atas pelanggaran yang enggak terlalu jelas. Bahkan masih lebih jelas THR yang turun 10 hari sebelum lebaran. Beruntung tendangan Ahn Jung Hwan bisa dimentahkan Gianluigi Buffon.

Kejadian aneh kedua yakni saat pemain Korsel menjegal Gianluca Zambrotta yang harusnya bisa terkena kartu merah. Bahkan Zambrotta harus keluar lapangan karena cedera. Namun, Moreno hanya diam seperti manekin Ramayana. Kemudian Moreno juga tidak memberikan kartu atas insiden tendangan yang mengarah ke kepala Paolo Maldini.

Kartu merah Totti adalah kejadian yang paling kontroversial. Dijegal di kotak penalti malah dianggap melakukan diving yang berujung kartu kuning kedua. Inilah puncak segalanya. Trapattoni sudah berang bukan kepalang di pinggir lapangan. Semua warga Italia marah sejadi-jadinya.

Sampai akhirnya mereka kalah 1-2 setelah gol Ahn Jung Hwan yang masih menjadi pemain Perugia menggugurkan impian timnas Italia di Piala Dunia 2002. Wasit Byron Moreno pun jadi buron bagi warga se-Italia.

Tidak lama setelah kepemimpinan yang kontroversial di Piala Dunia, Moreno mengundurkan diri pada tanggal 8 November 2002. Dia mengundurkan diri sekaligus dicoret oleh FIFA dari daftar pemimpin pertandingan.

Moreno dicoret atas kejadian yang cukup kontroversial di Liga Ekuador pada saat pertandingan Barcelona SC de Guayaquil melawan Liga Deportiva de Quito. FIFA menghukum Moreno karena dia memberikan tambahan waktu yang lebih dari seharusnya diberikan.

Wasit cadangan memberikan tambahan waktu enam menit namun Moreno menambahnya hingga 13 menit. Setelah kejadian tersebut Moreno ditegur oleh FIFA dan tidak lama dari itu dia mengundurkan diri. Benar-benar wasit yang penuh kontroversi.

Yang jelas, Moreno dibayar dalam beberapa laga yang dipimpinnya. Termasuk laga Italia melawan Korsel itu tadi. Pasalnya, kalau tak dibayar dia pasti tak mau bekerja jadi wasit.

Main photo: Bola


CimenkFahmi Adlansyah

Pecinta cilor, fans Persikad Depok

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here