Ajax Amsterdam telah tersingkir dari pergelaran Liga Champions musim ini. Mereka tersingkir dengan cara yang lumrah dalam sepak bola, namun sakit. Tim asal Belanda itu harus kalah agregat 2-3 di kandang sendiri oleh Tottenham Hotspur pada menit akhir.

Semua sudah tahu ceritanya. Bagaimana “De Godenzonen” nyaris melangkah ke final Champions tapi akhirnya gagal. Daripada dibahas lagi momen menyakitkan itu, kan kasihan si Ajax-nya.

Namanya kalah ya kalah. Tidak usah disesalkan karena memang sudah takdirnya demikian. Suporter Ajax sendiri tetap memberikan apresiasi kepada mereka.

Meski demikian, performa Ajax patut diacungi jempol. Baik jempol sendiri maupun jempol orang lain. Pasalnya, Ajax sukses menyingkirkan Real Madrid dan Juventus dengan permainan yang luar biasa. Tak ada yang menyangka rata-rata pemainnya cuma sekitar 23 tahunan saja.

Selain itu, ada satu hal yang menarik untuk dibahas. Melihat penampilan mereka di Liga Champions otomatis banyak pasang mata tertuju pada tulisan di jersey mereka.

Bukan, bukan nama-nama pemainnya. Melainkan nama sponsor yang tertera di dada bidang para pemain Ajax. Di sana, tertera tulisan “Ziggo”. Sekilas kita membacanya “Jigo”, atau bahasa sleng kita menyebut angka 25.

Siapa di sini yang tidak bergumam “jigo” saat membaca “Ziggo” di bajunya Ajax? Kami rasa, hampir sebagian besar umat negara berideologi Pancasila ini membacanya demikian.

Hasil gambar untuk ajax ziggo 2019
Kostum Jigo Ajax. (Credit: NU.nl)

Sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan Ajax, Bolatory kini akan mengulas sponsor yang mereka gunakan selama musim ini. Ya si Ziggo itu tadi.

Bagi kalian yang tidak tahu Ziggo, tidak usah merasa payah lalu terancam kena bully. Soalnya, brand Ziggo memang tak familiar di Indonesia.

Mereka adalah operator TV kabel terbesar di Belanda. Tercatat pada 2017, mereka memiliki 3,9 juta subscriber TV kabel. Masih kalah dibanding jumlah subscriber-nya Deddy Corbuzier. Apalagi Atta Halilintar “The King of Youtube”-nya Indonesia.

Bukan cuma TV kabel, Ziggo menyediakan layanan internet dan telepon untuk kawasan perumahan dan komersial. Mungkin kalau di sini semacam First Media, IndiHome, atau Transvision.

Ziggo memberikan 200 saluran TV dan lebih dari 100 saluran radio. Tapi jangan harap ada acara-acara Liga Dangdut atau Mamah Dedeh di sana karena saluran-saluran macam RCTI, SCTV, Indosiar, apalagi Lativi sudah pasti tidak ada di Ziggo.

Ziggo telah menjalin kontrak dengan Ajax sejak 2015. Harusnya, pada 2019 ini kontrak berakhir karena cuma terjalin empat tahun. Namun, setelah melihat kehebatan Ajax di Liga Champions serta di Liga Belanda dan Piala KNVB, besar kemungkinan kontrak tersebut bakal berlanjut.

Saat ini Ziggo memberikan 10 juta euro kepada Ajax per musimnya. Hanya seujung kuku dari total sponsor Real Madrid yang diterima dari Fly Emirates sebesar 73 juta euro per musim.

Salah satu alasan Ajax memilih Ziggo adalah karena kesamaan visi. Ajax diketahui klub yang doyan memproduksi pemain-pemain muda. Sama dengan Ziggo, yang sebagian karyawannya diisi oleh anak-anak muda.

Selain itu, Ziggo dinilai punya peran penting dalam kehidupan masa kini orang Belanda. Hal itu bisa menjadi representasi klub Ajax sebagai representasi dari Belanda. Orang ingat Belanda, ingatnya Ajax, bukan PSV Eindhoven atau Feyenoord.

“Ziggo merupakan mitra yang sangat cocok dengan Ajax. Mereka adalah perusahaan modern yang punya ambisi besar serta diisi oleh anak-anak muda dan berperan sentral dalam masyarakat,” kata CEO Ajax, Michael Kinsbergen.

https://twitter.com/ZiggoWebcare/status/1123561583806943232

Main photo: Dutch News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here