Setelah hampir dua musim mengenakan jersey tanpa sponsor seperti T-shirt grosiran polos dari Tanah Abang, musim ini Lazio membuat kesepakatan dengan perusahaan elektronik Italia, Seleco. Mending lah, daripada jersey bagian depan ditempel sendiri, pake emblem Slank pula.

Klub yang dilatih oleh Simeone Inzaghi itu sebelumnya sempat tidak mendapatkan sponsor sejak tahun 2014 hingga awal musim 2016-2017. Namun awal tahun 2017 lalu akhirnya mereka mencapai kesepakatan dengan Seleco.

Kesepakatan ini menjadi kisah lama yang terjalin kembali antara dua belah pihak. Semacam CLBK kalau anak sekarang bilang alias “Cinta Lama Belum Kelar”. Pasalnya pada tahun 1982-1984 silam, Seleco pernah menjadi sponsor bagi Lazio.

Lumayan lama juga karena waktu itu adalah zaman Warkop DKI sedang jaya-jayanya di Indonesia dengan gadis-gadis seksinya. Bahkan sekarang sudah ada Warkop DKI Reborn yang sudah keluar dua film.

Logonya pun gitu-gitu saja dari dulu, tak berubah. Masih berupa tulisan “Seleco” dengan font yang sama.

Hasil gambar untuk lazio seleco

Kesepakatan baru ini berdurasi hingga bulan Juni 2018 dengan opsi perpanjangan dan nilai kontrak sebesar 4 juta euro. Walaupun tidak besar, tapi lumayan lah, jadi ada yang mejeng di bagian depan jersey setidaknya.

Tidak polos seperti saudara seperguruan mereka, AS Roma yang jerseynya polos. Indomie di warkop saja enakan pake telur daripada polos begitu.

Dengan kesepakatan tersebut, Lazio menjadi klub urutan kelima dengan nilai kontrak sponsor tertinggi di Italia. Berselisih satu juta euro dengan Napoli di posisi keempat yang menjalin kerjasama dengan perusahaan air mineral Lete. Sedangkan di posisi pertama ada Juventus yang memiliki kesepakatan 17 juta euro dengan Jeep.

Bagi yang enggak tahu Seleco itu siapa, menarik untuk diulas kalau mereka sejatinya adalah perusahaan elektronik asli Italia. Seleco yang namanya mirip dengan julukan negara peraih gelar juara Piala Dunia terbanyak bergerak di bidang elektronik dan memproduksi televisi.

Seleco lahir pada 1965 setelah sepakat berpisah dari perusahaan peralatan rumah tangga, Zanussi, di mana Lino Zanussi merupakan founder-nya Seleco juga. Namanya juga rumah tangga, terkadang memang ada selisih, namun lebih baik jika saling mengalah.

Sejak awal berdirinya perusahaan, mereka sudah membuat televisi, tapi yang tidak berwarna alias hitam putih. Pada tahun 80-an, Seleco melakukan kampanye besar-besaran dengan salah satunya menjadi sponsor klub sepakbola yaitu Lazio.

Hasil gambar untuk seleco tv
TV zaman past. (Source: Kijiji)

Setelah kontrak dengan Lazio berakhir pada 1984, perusahaan dijual dan diakuisisi oleh Gian Mario Rossignolo. Selanjutnya perusahaan ini mengalami pasang surut dunia bisnis karena kerasnya persaingan dunia elektronik. Namun Seleco masih bertahan hingga sekarang dan membuat Smart TV.

Namanya “Smart” sudah pasti pintar. Seleco tak mau ketinggalan dari pesaing-pesaingnya apalagi di dunia global macam LG dan Sony. Mereka turut mengeluarkan TV Pintar meski tak bisa menghitung uang belanja istri-istri muda.

Produknya juga sudah bukan zaman TV tabung, tapi TV layar datar seperti wajahnya Imam Supriadi yang terkenal itu. Produk mereka juga sangat beragam, tapi tak jauh-jauh dari TV dan elektronik. Seperti audio dan peralatan video. Cuma sayang, pasaran produk Seleco tak sampai di Indonesia.

Jarang rasanya kalau jalan-jalan ke Giant atau Carefour menemukan TV merek ini. Kalau mau beli, mesti ke Italia dulu yang tentu tak bisa digapai dengan ojek online.

Semoga saja dengan menjadi sponsor Lazio, Seleco dapat memasarkan produknya dan menjadi lebih terkenal. Seperti Lazio yang tengah bangkit pada kompetisi Liga Domestik. Kita doakan juga semoga hubungan mereka baik dan lekang selamanya.

Main photo: Calcio e Finanza

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here