Para pecinta sepak bola tentu tidak asing dengan istilah injury time atau additional time a.k.a stoppage time alias menit tambahan. Mirip saat main PS di rental kalau pertandingan belum usai, tapi timer sudah menunjukan TV akan segera mati. Biasanya dengan berkata ‘nanggung’ kepada yang jaga, maka akan diberikan menit tambahan.

Seperti diketahui waktu tambahan diberikan oleh wasit di tiap akhir babak. Tapi bagaimana proses pemberian waktu tambahan tersebut?

Kalau bicara sejarah terlebih dahulu, menit tambahan ini merupakan salah satu solusi yang dibuat akibat sebuah kejadian yang terjadi pada laga di tanah Inggris sana pada 21 November 1891. Saat itu Stoke City bertemu dengan Aston Villa pada sebuah pertandingan.

Seperti dilansir dari avfc.co.uk, kala itu diceritakan bahwa “The Potters” yang tertinggal 1-2 dari Aston Villa mendapat hadiah penalti dari wasit. Saat itu laga tinggal menyisakan beberapa detik saja.

Mungkin kesal atau memang culas, kiper Villa bernama Bill Dunning menendang bola jauh ke luar lapangan. Saat bola kembali masuk ke lapangan dan disiapkan untuk penalti, waktu 90 menit ternyata telah usai. Wasit pun meniup peluit. Sedikit ngenye’ memang kelakukan Dunning.

Meski demikian, seperti yang dilansir dari situs resmi Aston Villa itu, cerita tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya. Maklum, saat itu belum ada kekuatan hengpong jadul yang bisa merekam kejadian.

I have read comprehensive reports of the Stoke game published in November 1891 but there is no reference to this incident in these,” menurut kutipan dari buku John Lerwill yang berjudul The Aston Villa Chronicles, seperti dilansir dari avfc.co.uk.

Insiden tersebut dipercaya menjadi awal pertimbangan asosiasi sepak bola memberikan menit tambahan pada setiap babak di pertandingan sepak bola.

Pada dewasa ini, menit tambahan menjadi salah satu waktu paling krusial dalam sepak bola modern. Ingat saja bagaimana Manchester City secara dramatis memenangkan gelar Premier League tahun 2012 atau ketika Manchester United membalikan keadaan di masa injury time pada final Liga Champions 1999.

Menit tambahan sendiri diberikan setelah pertandingan menjalankan satu babak. Baik itu babak 1×45 menit ataupun 2×15 menit. Hanya babak adu penalti saja yang tidak ada menit tambahannya.

Sama seperti penyesalan, injury time datangnya juga belakangan. Kalau di awal namanya pendaftaran, kalau menurut mbak Grace Natalie di iklannya, kalau di depan namanya resepsionis. Enggak ada lucu-lucunya sama sekali.

Selain selalu datangnya belakangam, injury time juga belum pernah ada menit tambahan yang diberikan sebelum satu babak dimulai. Tentu saja begitu, sebab menit tambahan diberikan berdasarkan akumulasi keadian selama satu babak yang telah dimainkan.

Lalu bagaimana seorang wasit menentukan berapa menit yang harus diberikan pada sebuah babak?

Dalam sebuah pertandingan sepak bola, bola memang tidak selamanya berada di lapangan. Sebuah laga ‘aktif’ pun tak benar-benar terjadi selama 90 menit. Banyak kejadian macam bola keluar lapangan, ada penerobos yang masuk, cedera, sampai pemain ngambek Kepa Arrizabalaga tak mau diganti.

Maka dari itu ada yang namanya APT atau actual playing time. Seperti yang dilansir dari Detik, APT dihitung dengan membuang waktu yang dihabiskan karena permainan berhenti dengan berbagai faktor seperti pelanggaran, bola keluar, sepak pojok, pergantian pemain, terjadinya gol dan perayaannya, dan lain-lain.

Namun menit tambahan tidak diberikan berdasarkan waktu yang terbuang dari hitungan APT. Lalu bagaimana wasit menentukan waktu tambahan? Apakah menghitung kancing baju? Tentu saja tidak.

Menurut Laws of The Game FIFA nomor tujuh, tambahan waktu diberikan sebagai kompensasi atas beberapa kejadian yaitu (1) pergantian pemain, (2) masuknya tim dokter untuk menilai pemain yang cedera, (3) pemain keluar dari lapangan karena menerima perawatan, (4) membuang-buang waktu, dan (5) penyebab lainnya.

Berdasarkan faktor di atas, menit tambahan akan diberikan sesuai dengan kebijakan wasit yang mempertimbangkan faktor-faktor di atas. Waktu tambahan sendiri juga masih bisa bertambah apabila wasit mempertimbangkan faktor-faktor lain yang terjadi. Tapi yang pasti menit tambahan tak pernah berkurang dari yang sudah diumumkan ofisial pertandingan.

Kira-kira begitulah sedikit cerita yang tak bermutu ini. Semoga tak bermanfaat buat kalian semua. Salam nomor urut 01 dan 02.

Main photo: realclearsports.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here