Timnas Indonesia melewati babak penyisihan Grup A AFF U-16 dengan lagu dari Andra and The Backbone alias Sempurna. Pada pertandingan penutup melawan Kamboja di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, “Garuda Muda” berhasil menang telak 4-0. Kemenangan ini mempertegas status Indonesia sebagai juara grup A dan melaju ke semi final.

Pada pertandingan tersebut, Fakhri Husnaini banyak menurunkan pemain muda pada starting line-up. Jelas saja, namanya juga U-16, pasti lah muda-muda dan tak ada pemain usia 40 tahun ikutan turnamen ini. Namun kekuatan Indonesia tidak serta merta menjadi lemah. Indonesia tetap mendominasi jalannya pertandingan.

Babak pertama Indonesia sudah unggul 3-0. Dua gol Bagus Kahfi dan satu gol sumbangan Rendy Juliansyah membuat Indonesia memimpin. Untung saja tidak kejadian seperti Istanbul 2005. Pada babak kedua Indonesia bahkan berhasil menambah satu gol lagi melalui titik putih.

Dipercaya sebagai algojo, Bagus melengkapi hattrick-nya dengan sukses menyelesaikan tugasnya tanpa harus mencontek catatan yang disimpan di kolong meja. Laga berakhir dengan kemenangan 4-0 Indonesia atas Kamboja.

Hasil tersebut membuat Indonesia sempurna melibas lima laga yang dijalani di fase grup.  Dengan 15 poin, “Garuda Muda” dipastikan menjadi juara disusul Myanmar pada peringkat kedua.

Tak hanya meraih poin sempurna, Indonesia juga menjadi tim paling produktif dengan selisih gol sebanyak +18. Indonesia berhasil selebrasi sebanyak 21 kali selama fase grup dan hanya tiga kali melakukan kick-off  akibat kebobolan.

Banyaknya gol tersebut tidak terlepas dari ketajaman Bagus Kahfi yang bermain bagus sepanjang turnamen. Pemain yang belum pernah merayakan sweet 17 itu menjadi sosok kunci permainan Indonesia.

https://twitter.com/JombloFootballs/status/1026752543290871810

Total ada 11 gol yang disumbangkan Bagus untuk timnas U-16 pada ajang AFF U-16 termasuk hattrick-nya ke gawang Kamboja pada pertandingan terakhir. Kesebelas gol tersebut bahkan melampaui jumlah gol Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pada masa pra musim ini yang belum mencetak satu gol pun.

Bagus unggul tiga gol atas penyerang Vietnam, Dinh Thanh Trung, di tempat kedua. Namun Thanh Thrung dipastikan tidak bisa bisa melampaui gol dari Bagus sekalipun ia mencetak dua gol dengan sekali tendang karena Vietnam gagal melaju ke semi final.

Praktis pesaing terdekat Bagus adalah Chony Wenpaserth (Laos) dan Naung Naung Soe (Myanmar). Namun keduanya hanya mencetak tiga gol sejauh ini. Andai pada semi final atau final nanti keduanya bisa mencetak triple hattrick, baru mereka bisa unggul atas Bagus. Itu pun hanya unggul satu gol.

Ketajaman Bagus juga membuatnya memecahkan rekor dari dua pemain Australia yaitu Marc Moric dan John Robert yang mencetak delapan gol pada Piala AFF U-16 di tahun 2015 dan 2016.

Pada babak semi final nanti, Indonesia sudah ditunggu oleh saudara satu rumpun Melayu yaitu Malaysia. Pertemuan ini sejatinya menjadi perhatian tersendiri. Sebab rivalitas panas antara Indonesia dengan Malaysia menjadi salah satu penyebabnya.

Tentu saja performa Bagus sangat diharapkan bermain bagus di laga ini. Syukur-syukur bisa mencetak 18 gol dalam satu laga.

Penonton yang hadir di Stadion Gelora Delta nantinya juga dipastikan akan membludak. Apalagi sempat ada insiden ‘bendera salto’ di media sosial oleh salah satu pemain timnas Malaysia. Ya namanya juga tetangga, pasti ada saja ulahnya. Cocok dengan situasi acara di NET bernama Tetangga Masa Gitu. 

Panitia pelaksana (panpel) lalu mengimbau agar para suporter untuk membuat situasi yang kondusif dan aman serta tak terpancing dari tetangga ‘masa gitu’. Sebaiknya jangan berbuat yang macam-macam, seperti memakai helm masuk ke stadion atau membawa cangkul, sekop, dan peralatan kuli lainnya.

“Mari kita menjaga diri, pertandingan sepakbola ini hanyalah sebuah games (permainan). Marilah kita menghargai, respek terhadap pemain, baik itu pemain Indonesia maupun Malaysia. Mungkin selama ini suasana panas terjadi di media sosial. Tapi marilah di lapangan semua itu kita hilangkan,” tulis pernyataan panpel Piala AFF U-16 dikutip dari Liputan6.

Hal senada juga diungkapkan oleh pelatih Fakhri Husnaini. Ia manyarankan para pemain agar jangan mudah terprovokasi lawan.

“Kami mengevaluasi, aspek yang belum bisa sepenuhnya adalah mengontrol emosi. Sebab, dua kali kami bermain melawan Myanmar dan Vietnam, pemain terpancing, pemain mudah terprovokasi, dan ini jadi pelajaran penting bagi semua pemain,” ujar Fakhri dikutip dari Kompas.

Main photo: faktualnews.co

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here