Liverpool kena PHP level 10 geprek bensu saat menghadapi Everton dalam laga bertajuk derbi Merseyside itu. Tim berjuluk “Si Merah” itu memang nyaris menang. Ya, memang cuma ‘nyaris’.

Andai saja tidak ada VAR di zaman ini, Liverpool sudah meraih tiga poin dibayar lunas. Sayangnya, Liverpool mesti balik lagi ke zaman perundagian jika mau main tanpa ada VAR.

Bagaimana tidak sebal, kedudukan sudah 2-2 hingga injury time. Tiba-tiba pemain bernama Jordan Henderson mencetak gol. Kebayang betapa girangnya para fans Liverpool saat itu. Baik yang nonton di rumah atau yang di kelurahan.

Namun, wasit rupanya enggak jadi mengesahkan gol tersebut. Setelah petugas VAR melihat tayangan ulang, posisi Sadio Mane alias Saman itu dinyatakan offside.

Padahal, ketika melihat tayangan ulang bahkan foto-foto yang beredar di dunia maya, posisi Mane sama sekali tidak offside. Mungkin petugas VAR sampai ngezoom 1.000x untuk melihat bagian tubuh Mane yang bikin offside. Bisa jadi rambut atau bulu telinganya.

Wajar betapa berangnya kubu Liverpool usai mengetahui perkara ini. Sudah sepantasnya mereka menang, tapi digagalkan oleh VAR yang ternyata tidak membantu menemukan fakta di lapangan. Tetap saja salah.

Mungkin VAR di Liga Prime harus dikaji ulang. Minimal wasit bisa melihat tayangan ulangnya di kamera macam di liga-liga lain. Bukan sekadar dapat informasi dari petugas di ruangan VAR.

“Ya, kami harusnya memenangi laga ini. Saya pikir ini pertandingan tandang terbaik sejak saya melatih tim ini,” ujar Juergen Klopp.

Liverpool memang mencetak gol lebih dulu lewat kaki Saman yang ada dua. Meski punya dua kaki, dia menendang bola hanya dengan satu kakinya.

Everton menyamakan kedudukan lewat sundulan jarak dekat bek Michael Keane. Kiper Adrian yang di laga sebelumnya tampil culun kali ini juga masih culun. Refleksnya masih kurang oke sehingga menepis bola kurang sempurna.

Liverpool kemudian unggul lagi lewat gol Mohamed Salah. Golnya cukup berkelas, setelah bola sapuan bek Everton, Yerry Mina, yang kurang sempurna, Salah langsung menghajarnya dengan teknik tendangan yang keren.

Meski demikian, Everton juga tak mau kalah. Apalagi lawan tim sekota yang jarak kandangnya tidak sampai satu kilo. Sudah seperti kandang di taman safari saja, dempetan begitu.

Dominic Calvert-Lewin mampu menyamakan kedudukan Everton untuk kedua kalinya. Sundulan towering header-nya mengalahkan bek-bek Liverpool yang tidak diperkuat Virgil van Dijk lagi akibat cedera.

Hingga tibalah insiden VAR yang tidak ditunggu-tunggu itu. Membuat skor yang sudah berubah jadi 3-2 buat Liverpool, kembali jadi 2-2. Sing sabar, ya Liverpool.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here